Edi mengapresiasi dan penghargaan tinggi kepada panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang terlibat dalam sukses terselenggaranya turnamen ini.
"Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki komitmen kuat dalam mendukung setiap upaya peningkatan prestasi olahraga di daerah ini," kata Edi.
Ajang ini merupakan langkah positif yang harus didukung agar gairan olahraga di Kutai Kartanegara semakin tumbuh dan berkembang.
Sebab itu, ia juga mendorong jajaran Dispora Kukar, KONI Kukar, ASKAB PSSI Kukar agar melakukan pembinaan intensif dan menggali talenta berbakat putra daerah.
Edi berpesan agar semua tim harus lebih bersemangat dalam kompetisi olahraga yang sportif, bersaing secara sehat, serta menampilkan performa terbaik.
"Jadikan turnamen ini sebagai momentum solidaritas untuk saling dukung dan bersatu kita jauhi potensi konflik dan kericuhan yang merugikan," tegas Edi.
Bupati Cup merupakan agenda tahunan yang rutin terselenggara pada setiap tahunnya. Namun, ajang bergengsi ini sempat terhenti selama empat tahun lantaran pandemi Covid-19, hingga akhirnya kembali terselenggara di tahun 2023.
Turnamen diikuti 20 kecamatan, sekolah sepak bola, dan klub wanita. Setidaknya ada 600 pemain, pelatih, dan ofisial yang ikut terlibat.
Dispora Kukar pun telah menjamin keselamatan atlet yang berlaga dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini tidak lepas dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di era Edi-Rendi.
"Semangat pembinaan tingkat desa meningkat ke kecamatan, kemudian digelar kompetisi di tingkat kabupaten. Ini tidak terlepas dari kegiatan pembinaan. Kalau pembinaan baik hasilnya baik," imbuh Ketua Panita Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2023, Zukran.
Seluruh pertandingan ini dilaksanakan di tiga lokasi. Yakni, Stadion Rondong Demang Tenggarong, Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, dan Lapangan Mini Soccer untuk usia dini.
"Turnamen dimulai hari ini sampai 30 September Laga final dilaksanakan saat penutupan Erau untuk memperebutkan piala bergilir Bupati Kukar," kata Zukran yang juga orangtua dari pesepakbola timnas Indonesia Muhammad Taufany Muslihuddin ini. (*)