Terobosan ini sebagai upaya pengendalian lalu lintas dan pengintegrasian data sektor perhubungan darat yang telah mendapatkan dukungan dari Bupati Kukar Edi Damansyah.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Kukar, Irwan Sukarta mengatakan, Si Jelita ini mengutamakan konsep area traffic control system (ATCS).
“ATCS yang selama ini dikenal sebagai pusat kontrol lalu lintas pada persimpangan, dengan Si Jelita ini nantinya akan dikembangkan menjadi pusat komando data strategis data bidang perhubungan,” kata Irwan kepada korankaltim.com, Kamis (31/8/2023).
Selain untuk mengetahui dan mengendalikan lalu lintas secara jarak jauh, pada perkembangannya Si Jelita akan menghimpun data lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada beberapa ruas dan simpang jalan yang telah terhimpun oleh Dishub Kukar.
Sebagai informasi, dua titik simpang jalan yang akan diimplementasikan Si Jelita yaitu simpang tiga Pulau Kumala dan simpang tiga gedung DPRD Kukar. Ke depan juga Si Jelita akan dikembangkan menjadi pusat komando data strategis bidang perhubungan diantaranya integrasi data ruas jalan, data persimpangan, data Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), data rambu lalu lintas dan marka jalan, data sarana dan prasarana angkutan, data Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), data kecelakaan lalu lintas dan data daerah rawan kecelakaan lalu lintas.
Selain itu guna menunjang ukuran strategis Kukar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), maka Si Jelita akan dikembangkan sebagai media informasi lalu lintas jalan, lalu lintas jalan tol, informasi terkini terkait daerah rawan kecelakaan dan fasilitas umum transportasi yang terdekat.
“Jadi nanti kita buat satu ruangan khusus yang bisa menjadi pemantauan kondisi di lapangan secara real time, pak bupati, pak Wabup dan pak Sekda juga bisa memantau langsung,” ucap Irwan.
Editor: Maruly Zainuddin