Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, OIKN Pungky Widiaryanto menerangkan, kemah konservasi ini untuk mengajak generasi muda di kawasan IKN peduli terhadap keberlangsungan lingkungan, utamanya bagi mereka para pelajar yang berdampingan langsung keberadaannya dengan IKN. Seperti pelajar asal Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. "Sekitar 100 pelajar yang terlibat hari ini, kenapa para pelajar ? Karena mereka merupakan generasi penerus masa depan Ibu Kota Nusantara,"kata Pungky, Sabtu (19/8/2023).
Menurut Pungky, memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pelajar merupakan hal yang sangat penting. Agar, pelajar turut peduli menjaga kelestarian area IKN terutama hutan dan keberadaan satwa disekitarnya.
Kemah konservasi ini juga merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-78 RI. Dalam kegiatan ini, OIKN juga turut menggandeng kerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang membidangi langsung konservasi alam dan satwa sebagai pemateri terhadap para pelajar. "Kegiatan ini juga sesuai dengan visi misi IKN sebagai kota hutan yang melestarikan keanekaragaman hayati. Jadi ini juga merupakan rangkaian dalam peringatan Hari Kemerdekaan,"imbuhnya.
Selain melakukan kemah konservasi, pelajar dari 10 sekolah itu juga akan diberikan materi jungle track atau jelajah hutan dengan melewati lima pos dengan materi yang berbeda-beda, mulai dari pengenalan jenis pohon, pelestarian hutan dan lainnya. "Mereka akan dikenalkan dengan satwa-satwa termasuk orangutan, kemudian flora, kampanye digital dan bekal fotograpi,"terangnya.
Namun, untuk pengenalan orangutan yang juga bertepatan pada hari ini sebagai peringatan Hari Orangutan sedunia pada 19 Agustus. Peserta tidak dibawa langsung mengunjungi orangutan kesalah satu area konservasi. Sebab, orangutan selain terancam punah juga tidak diperbolehkan berinteraksi secara langsung dengan manusia. "Orangutan kan satwa yang terancam punah ya, justru untuk konservasi itu kita (manusia) tak boleh berinteraksi langsung,"lanjutnya.
Pungky memastikan, kegiatan kemah konservasi ini akan menjadi agenda rutin tahunan ke depannya. Menurutnya, memberikan pemahaman bagi generasi muda sangatlah penting sebagai generasi penerus untuk menjaga kelestarian lingkungan dikawasan Ibu Kota Nusantara.
Editor: Maruly Zainuddin