Bendera merah putih yang dibawa dan akan dikibarkan sempat diterpa angin. Sehingga membuat beberapa bagian lipatan bendera berubah dari lipatan yang seharusnya. Diwawancara usai melaksanakan tugasnya sebagai pengibar bendera, Muhammad Finno yang merupakan pelajar dari SMA 2 Tenggarong sempat merasa was-was.
"Perasaannya tadi deg-degan, kaget. Sebab lipatan bendera berubah karena tertiup angin," ucapnya saat ditemui korankaltim.com.
Menghadapi situasi tersebut, dirinya mencoba untuk tetap tenang sembari memperbaiki lipatan bendera agar bisa kembali seperti semula. Usahanya memperbaiki posisi lipatan bendera tersebut berlangsung kurang lebih selama 3 menit.
Hal sama disampaikan kedua rekannya, yakni Putu Yoga dan Dhokir Zuhair setelah mengetahui lipatan bendera tertiup angin. Keduanya hanya berdoa di dalam hati dan berharap Finno tetap tenang agar dapat mengatasi situasi.
"Karena benar-benar terkena angin, hampir sudah nggak ada harapan. Saat itu saya berharap mental Finno tidak down (lemah)," ucap Putu yang merupakan pelajar SMA 1 Tenggarong yang bertugas menjadi penggerek bendera.
Dhokir Zuhair yang bertugas sebagai pembentang bendera juga berharap saat itu agar Finno bisa tetap konsentrasi. Setelah lipatan diperbaiki, dirinya sempat melihat lipatan bendera sebelum dikibarkan.
"Saat saya lihat waktu mengikatkan bendera, saya tahu ini sudah betul. Karena kami juga diajarkan bahwa lipatan bendera itu sekian-sekian. Sehingga setelah dipastikan, maka saya yakin dan kemudian membentangkan bendera," beber pelajar dari SMA 1 Tenggarong ini.
Pada akhirnya, bendera merah putih berhasil terbentang dengan kondisi sempurna setelah kejadian tidak terduga tersebut. Hal ini membuat ketiga petugas pengibar ini merasa lega dan bersyukur.
"Kami dididik juga supaya cepat tanggap, tepat dan konsentrasi. Cuma kejadian tadi baru pertama dan tidak ada waktu latihan. Sehingga saat kejadian tadi mental kami betul-betul diasah," tutup Finno.
Kejadian tak terduga ini juga ditanggapi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Aji Ali Husni yang melihat kondisi sempat terbuka dan terurainya lipatan bendera Merah Putih. "Tentunya kita patut bersyukur dan berbangga dengan anggota Paskibraka khususnya petugas pengibar bendera. Berkat ketenangan dan mental kuat yang dimiliki dari pembinaan selama ini. Membuat mereka berhasil membentangkan dan mengibarkan bendera merah putih dengan sempurna," tuturnya.
Editor: Maruly Zainuddin