Mereka menuntut segera dilaksanakannya Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kutai Kartanegara dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kami menuntut agar segera dilaksanakannya PAW di fraksi PKB karena sudah ada dua partai yang melakukan PAW tapi kenapa PKB belum, sedangkan suratnya sudah ada," kata koordinator lapangan (korlap) aksi demo, Taufiquddin.
Mereka juga meminta ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul Rasid untuk hadir menemui mereka dan menjelaskan alasannya. Jika tidak dipenuhi maka para pendemo akan melakukan aksi lanjutan dan meminta ketua DPRD Kukar mundur dari jabatannya.
Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara Siswo Cahyono yang juga anggota DPRD dari partai PKB datang menemui para demonstran. Dirinya berterima kasih karena para mahasiswa ini telah menyampaikan aspirasinya.
Namun Siswo menganggap aksi ini salah kamar atau salah alamat karena jika para pendemo asal Kota Samarinda ini melaksanakannya di DPRD Kalimantan Timur di Samarinda dirasa lebih tepat.
"Kami sudah disumpah menjalankan tugas dan kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kutai Kartanegara, jadi kalau ada warga luar Kutai Kartanegara yang melakukan aksi agar aspirasinya diterima di kabupaten ini kurang tepat," tegas Siswo.
Siswo mengajak untuk bisa berdialog seandainya ada pendemo yang berasal dari Kutai Kartanegara mengingat ini adalah masalah internal dari partai PKB dan dirinya sampai saat ini masih berada di partai PKB.
"Karena bukan warga Kutai Kartanegara mohon maaf kami tidak bisa kami layani. Selain itu, ini masalah internal partai, seharusnya bisa mendiskusikan ke partai PKB karena memang saat ini ada beberapa permasalahan internal yang dihadapi dan ini menghambat proses PAW," sebut Siswo.
Editor: Aspian Nur