Para pedagang yang direlokasi ini akan dilakukan secara bertahap. Khususnya dibeberapa titik yang ada di sekitar lokasi pembangunan revitalisasi Pasar Tangga Arung. Titik-titik tersebut akan dipergunakan untuk menampung beberapa alat dalam pengerjaan pembangunan revitalisasi pasar.
"Informasinya, sementara ini cuma beberapa pedagang saja," kata Siti, seorang pedagang pasar saat ditemui korankaltim.com, Selasa (8/8/2023).
Relokasi tersebut diterima oleh para pedagang karena menginginkan pembangunan revitalisasi pasar ini bisa segera rampung.
"Kami terima saja, yang penting ada tempatnya dan tidak terlalu jauh," tambah Ian, pedagang lainnya.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL) Tenggarong, Muhammad Matrosit. Relokasi para pedagang dilaksanakan setelah diadakannya rapat beberapa waktu lalu.
"Memang sebelumnya ada pro-kontra karena tidak sesuai kesepakatan awal. Namun karena kita sama-sama menginginkan pembangunan ini tidak mangkrak. Maka relokasi ini disetujui oleh para pedagang," ujar Matrosit.
Para pedagang yang akan direlokasi ini jumlahnya berkisar 360 pedagang dan akan menempati lapak sesuai sketsa yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, yakni dengan ukuran 2x3 meter. Serta bagian bawah/dasar lapak akan dilapisi dengan papan untuk menghindari banjir/basah ketika diguyur hujan.
"Tetapi sebelum dipindah, kita ingin fasilitas umum bisa dilengkapi. Mulai dari parkiran, mushola, WC umum dan tempat pembuangan sampah. Apalagi untuk relokasi ini diperkirakan sampai dua tahun lamanya," tutupnya.
Adapun relokasi para pedagang ini memang masih belum diketahui kapan pelaksanaannya sebab lokasi yang akan digunakan masih memiliki kendala. Selain belum adanya fasilitas umum, kabarnya beberapa pengguna kawasan Lapangan Pemuda juga mengkritik dan mempertanyakan keberlangsungan kegiatan pembinaan olahraga yang rutin dilaksanakan di wilayah tersebut.
Editor Aspian Nur