Menyikapi kabar duka ini, secara pribadi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan Adji Mohammad Arifin mengutarakan kedukaan yang mendalam. "Atas wafatnya kedua Kakanda Pangeran, kami haturkan rasa haru dan duka, semoga almarhum Kakanda Pangeran berdua, diampuni segala khilaf dan diterima segala amal ibadah di sisi Allah Subhanahuwataala," katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Sabtu (5/8/2023).
Sultan atas nama pribadi dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan jasa besar kedua pangeran dalam memajukan dan menegakkan adat istiadat di tanah Kutai.
Dirinya pun menyatakan rasa sesal mendalam dikarenakan bertepatan dengan wafatnya kedua pangeran tersebut, beliau tidak sempat bertakziah karena sedang di luar kota.
"Beliau almarhum berdua berhak mendapatkan penghargaan yang lebih, dan saya memohon maaf yang sebesarnya tidak sempat memberikan penghormatan terakhir kepada beliau berdua dikarenakan sedang di luar kota" ucapnya
Perlu diketahui almarhum Adji Achmad Dick Belly (Adji Deck) gelar Adji Pangeran Hario Atmo Kesumo dan Adji Zamrul Syalehin Winata (Adji Bolly) gelar Adji Pangeran Ario Jaya Winata merupakan Ketua dan Anggota Majelis Dewan Tata Nilai Adat Kesultanan Kutai Kartanegera Ing Martadipura.
"Almarhum Ayahnda Pangeran berdua adalah pemangku jabatan Ketua dan Anggota Dalam Majelis Dewan Tata Nilai Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang bertugas menegakkan tata nilai adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan juga sebagai penasehat Yang Mulia Sultan dalam menentukan arah dan kebijakan Kesultanan," ungkap Raden Mangku Patih menambahkan.
Atas wafatnya kedua Pangeran Sepuh tersebut dan selepas masa berkabung, maka akan ditentukan arah kebijakan yang akan diambil oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk mengisi kekosongan pemangku jabatan tersebut.
"Tentunya setelah masa berkabung, dan menunggu titah selanjutnya dari Yang Mulia Sultan akan ditentukan kebijakan selanjutnya. Mengingat bahwa pentingnya jabatan pangeran sepuh kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura
Editor: Maruly Zainuddin