Kebakaran ini menghanguskan dua rumah warga dan menyebabkan tiga rumah lainnya yang ada disekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan. "Dua rumah ini ditempati oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan enam jiwa," kata Kepala Desa Ritan Baru, Budi Siswono kepada korankaltim.com pada Senin (31/7/2023) sore.
Diuraikannya, kebakaran tersebut diketahui warga sekitar saat melihat kobaran api dari bagian belakang rumah. Saat itu, rumah yang dimiliki oleh Mikael Nge'ra dalam keadaan kosong karena ditinggal pergi sebentar oleh pemiliknya.
"Karena rumah terbuat dari kayu, sehingga dalam sekejap api membesar dan merambat ke bangunan lainnya," tambahnya.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam oleh masyarakat setempat dari dua desa yakni Ritan Baru dan Tukung Ritan dengan menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan mobil pemadam dari perusahaan sekitar.
Tidak ada korban dalam musibah ini dan untuk kerugian materil dialami diperkirakan mencapai Rp600 juta. "Semua harta benda tidak berhasil diselamatkan termasuk dengan satu unit motor. Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," jelasnya.
Sementara itu, untuk membantu para korban musibah kebakaran ini, pemerintah desa akan memberikan bantuan seperti bahan makanan, peralatan memasak, selimut dan juga pakaian sambil mengusulkan bantuan lainnya dari pemerintah daerah.
"Kalau untuk tenda sementara masih kita koordinasikan, sebab para korban memilih mengungsi ke tempat sanak saudaranya," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin