Jumain ditemukan dengan kondisi meninggal dunia setelah diterkam dan dibawa seekor buaya pada Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 10.00 WITA di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kukar.
"Waktu itu korban sedang membersihkan kapal di pinggir sungai dalam kondisi air pasang dan sempat berteriak minta tolong," kata Plt Kepala Disdamkar Kukar, Fida Hurasani melalui koordinator lapangan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar Matan) Kecamatan Anggana, Meri Sulindra saat dihubungi korankaltim.com, Jumat (7/7/2023).
Istri Jumain yang mendengar teriakan minta tolong langsung berlari keluar rumah dan melihat serta berteriak karena suaminya dibawa seekor buaya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan ini juga melihat buaya yang memiliki panjang sekitar 5 meter ini timbul dan tenggelam sebanyak 7-8 kali sambil membawa korban.
"Korban dibawa sejauh 200-300 meter dari lokasi kejadian, warga sekitar pun langsung berupaya mencari korban yang dibawa buaya tersebut," tambahnya.
"Buaya ini berputar-putar tidak jauh, karena memang area tersebut sering terlihat munculnya buaya," imbuhnya.
Menjelang malam hari, warga sekitar berhasil menangkap buaya yang membawa korban. Kemudian warga membelah perut buaya untuk mencari jasad korban tetapi tidak ada.
"Ternyata pagi tadi korban timbul dalam kondisi kaki, tangan dan kepalanya utuh. Hanya saja terlihat di bagian belakang jasad korban terdapat lubang atau bolong yang diduga karena gigi buaya," bebernya.
Jasad korban yang ditemukan sejauh 150 meter dari lokasi kejadian ini langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Marangkayu, Kukar. "Dibawa ke Kecamatan Marangkayu, mungkin ke rumah orang tuanya atau keluarganya di sana untuk dimakamkan," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin