Pasalnya, tuan rumah mengikutsertakan 16 orang peserta yang diduga berasal dari luar daerah untuk ikut menjadi peserta pada MTQ ke-44 ini.
"Harapan ke penyelenggara, menjunjung tinggi sportifitas profesionalisme terutama penyelenggara ya," ungkap Sunggono kepada korankaltim.com, Jumat (19/5/2023).
Pihaknya menyesalkan harusnya kesalahan ini bisa dicegah sejak awal yakni pada saat proses verifikasi calon peserta. "Jauh-jauh hari sejak kita menginput data dan segala macam, nah itu kan dengan sepengetahuan dan seizin panitia kan, sepengetahuan LPTQ Provinsi kalau tidak memenuhi syarat ya sudah didiskualifikasi sejak awal," beber Sunggono.
Ia mengaku kecewa lantaran panitia tak langsung melakukan diskualifikasi sejak awal, namun baru melakukannya setelah pendaftaran ulang, dan diketahui Kabupaten Kota lainnya.
"Semisal tidak (protes) ya mungkin tidak bereaksi juga LPTQ Provinsi. Karena ada reaksi dari kami kemudian mereka akhirnya mempertemukan kami, nah akhirnya ada berita acara menyampaikan bahwa menyetujui apa yang jadi keberatan LPTQ Kabupaten/kota terkait 16 orang peserta yang dianggap tidak memenuhi syarat itu. Maksud saya kan kok ini menunggu kita ada protes dulu gitu loh yang menyampaikan keberatan, harusnya mereka dong," terangnya.
Tidak berhenti pada persoalan peserta yang diduga ilegal, Sunggono membeberkan belakangan ketika pelaksanaan pada peserta Kabupaten/kta hendak tampil, ada upaya tuan rumah untuk tetap menampilkan 16 peserta ilegal tadi meskipun tidak dinilai. Sunggono mengutarakan, Bupati Kukar menyikapi kejadian ini sempat emosi, menyesalkan 16 peserta ini jelas-jelas sudah didiskualifikasi dan keputusan diskualifikasi ini bukan dibuat oleh panitia dan bukan LPTQ tapi oleh tim verifikasi, namun kop suratnya kop LPTQ juga stempelnya stempel LPTQ.
"Belakangan mereka (tuan rumah) ngotot untuk tampil tetap ditampilkan, saya bilang ya keberatan karena kan akan mengganggu psikologis peserta lainnya, karena mereka-mereka ini sudah didiskualifikasi. Kemarin malam pun LPTQ Provinsi tetap saja itu memobilisasi melalui ketua MUI LPTQ kabupaten/kota supaya mau mengerti dan memahami psikologis tuan rumah yang sudah mendatangkan orang-orang itu supaya tetap bisa tampil, saya bilang tetap tegas tidak, karena ini ada kesalahan dari awal, saya tidak hadir dan saya arahkan perwakilan Kukar disana untuk kita tetap menolak mereka untuk tampil, jadi menurut saya MTQ kali ini betul-betul kita bukan bagaimana bertujuan meningkatkan fokus kemampuan anak-anak kita fokus kompetensi, tapi kita harus mengungkap kejujuran dan berurusan kepada panitia yang tidak beres ini," pungkas Sunggono.
Editor: Rusdianto