Kalau tidak segera ditangani bukan tak mungkin jalan benar-benar terputus. “Benar, jalannya sudah tinggal separuh saja lagi,” kata Kepala Desa Kembang Janggut, Yadi.
“Kalau lambat penanganannya bisa habis dan longsor semua jalannya. Lebar jalan yang masih baik hanya sisa 2,5 meter tapi setengahnya sudah retak,” tambahnya.
Hampir putusnya jalan poros ini sangat diharapkan segera mendapat penanganan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara dan sambil menunggu penanganan dari Dinas PU, pemerintah desa dan unsur muspika serta beberapa perusahaan menggelar pertemuan untuk mencari solusi mengatasi masalah tersebut.
“Camat, Kapolsek, pemerintah desa dan juga beberapa perusahaan sudah melakukan pertemuan dan sepakat melakukan penanganan dengan cara melakukan penimbunan tanah dan batu, rencananya hari Kamis (11/5/2023) besok,” sebut Yadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kutai Kartanegara Restu Irawan menyebut penanganan perbaikan akses jalan tersebut sudah mulai dilaksanakan. “Sudah dilakukan penanganan dengan ditimbun dan dipadatkan tanahnya. Kemudian jalannya nanti baru dicor kembali,” ucap Restu.
Dalam proses penimbunan ini sambil menunggu air sedikit surut kemudian baru akan dicor bagian sayap dari gorong-gorong yang ada. “Dulu memang belum ada sayap di gorong-gorongnya, sehingga air sungai mengikis badan jalan. Untuk itu dalam penanganan ini di buatkan sayapnya,” kata Restu lagi.
Anggaran yang digelontorkan berkisar Rp800 Juta dengan target pengerjaan perbaikan ini bisa selesai sesegera mungkin. “Targetnya satu bulan ini selesai. Semoga tidak ada halangan,” harap Restu.
Editor: Aspian Nur