Kegiatan ini diikuti seluruh kepala bagian, kepala cabang beserta staf pejabat struktural yang tergabung di dalam Tim Percepatan Penanganan NRW Tirta Mahakam.
Direktur Teknik (Dirtek) Sutrisno didampingi Kasubag Humas Wahono mengatakan, bimtek ini merupakan pertemuan ke enam kalinya dari hasil kerjasama Perumda Tirta Mahakam dengan Akatirta Magelang.
“Yang terakhir masalah DMA, rencananya akan melaksanakan beberapa DMA (District Meter Area) cuma yang sudah dilakukan kemarin kan di Tambak Rel. Bimtek tadi ya untuk penambahan dan penguatan materi untuk seluruh Tim NRW” kata Sutrisno yang juga selaku Ketua Tim NRW Perumda Tirma ini kepada Korankaltim.com.
Kegiatan DMA ini menggunakan anggaran yang tidak sedikit, hal ini lantaran alat-alat atau part komponen yang digunakan untuk kegiatan DMA banyak, seperti water meter magnetic DMA, komponen alat bantu gadvalve, VRV dan reservoir.
“Seiring berjalannya upaya bersama penanganan NRW ini nyatanya sejauh ini apa yang dilakukan sudah bisa menunjukkan peningkatan, khususnya pada sektor pendapatan, semoga ini terus kontinu” sebutnya.
Diantara beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penanganan NRW ialah pemasangan water meter magnetic dan kegiatan DMA yang sejauh ini telah dimulai di cabang Tenggarong sebagai pilot project kegiatan penanganan.
“Pelaksanaan water meter sudah didapat semisal kita bisa mengatahui pemasangan illegal yang ketahuan, terus yang bocor-bocor kecil ketahuan, water meter yang tidak berfungsi juga ketahuan” tegasnya.
Apa yang dilakukan ini sudah tepat guna, jadi pekerjaan yang dilakukan oleh Tim NRW yaitu mencari mana yang memang betu-betul sifatnya emergency. Penggantian ini bukan asal ganti, tapi mengganti sesuai keperluan di lapangan.
“Dan penataan watermeter itu yang tadinya berserakan sekarang ditata, karena biar bagaimana harus teratur dan terukur. Yang pertama ini pilot project cabang Tenggarong dulu, baik masalah penanganan kebocoran, penataan dari hulu sampai ilir-nya” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur