Rumah apung atau rumah rakit yang berada di atas sungai di Jalan Jend Ahmad Yani Rt. 009 Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara hangus karena rumah milik Haji Lan, warga setempat tersebut didalamnya berisi barang-barang yang mudah terbakar, diantaranya 15 drum Pertalite dan gas LPG 3 kilogram 50 buah serta barang lain seperti garam curah 1500 kg dan oli mesin 100 liter.
"Bangunan yang terbakar adalah rumah apung atau rakit yang menjual BBM dan tabung LPG," kata Kapolsek Muara Muntai AKP Ahmad Said kepada Korankaltim.com sore tadi.
Kejadian ini diketahui setelah seorang warga setempat yang jadi saksi baru selesai menutup toko dan pulang ke rumah yang hanya bersebelahan letaknya dengan rumah apung tersebut untuk mandi dan beristirahat. Setelah mandi, dari belakang rumah terlihat percikan api dari dinding rakit.
"Saat itu warga yang melihat langsung berteriak kebakaran, warga lain langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api," tambahnya.
Tak ada orang di dalam rumah apung yang terbakar tersebut karena pemiliknya sudah pulang ke rumah yang letaknya juga tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Untuk dugaan sementara penyebabnya karena korsleting listrik. Sedangkan untuk jumlah kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 350 juta," sebut Said.
Editor: Aspian Nur