Korban ditemukan oleh salah seorang warga yang ingin pergi bekerja ke PT Masindo RT 10 Desa Bloro. Saksi ini melihat seseorang yang tersungkur di samping sepeda motor di pinggir jalan poros.
"Saksi yang melihat kemudian melaporkannya kepada ketua RT. Saat keduanya mendekati tempat kejadian, korban terlihat sudah tidak bergerak sehingga memutuskan untuk menghubungi petugas bhabinkamtibmas Desa Bloro," kata Kapolsek Sebulu, Iptu Yoshimata J.S Manggala saat dikonfirmasi Rabu (12/4/2023) sore.
Selanjutnya petugas bhabinkamtibmas bersama sama dengan tim inafis satreskrim Polres Kukar mendatangi tempat kejadian dan melakukan indentifikasi awal terhadap korban.
Setelah di lakukan pemeriksaan di tempat kejadian, korban yang sudah tidak bernyawa ini ditemukan dalam posisi telungkup di semak semak dan motor yang dikendarainya berada di samping dengan jarak sekitar 3 meter dari badan jalan.
"Kondisi bagian kepala motor dalam keadaan pecah dan spakbor depannya terlepas. Diduga korban merupakan korban laka lantas Out Off Control (OC)," jelasnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan identitas diri korban. Tas yang dibawanya juga hanya berisikan beberapa peralatan yang diduga digunakan untuk memancing atau mencari ikan. Selain itu, ketua RT setempat juga tidak pernah melihat korban sebelumnya dan mengatakan bahwa korban bukan warga diwilayahnya.
"Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD A.M Parikesit Tenggarong untuk disemayamkan. Sembari menunggu informasi dari warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kukar. Dari pemeriksaan di RS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tutupnya.
Adapun ciri-ciri korban yang tidak dikenal ini diperkirakan berusia diatas 40 tahun, menggunakan baju lengan panjang warna abu-abu, celana panjang berwarna hitam. Mengenakan sepatu boot dan membawa tas ransel berwarna krem hitam serta mengendarai motor dengan nomor polisi KT 2090 CA.
Editor: Rusdianto