Jalan yang menjadi penghubung utama antarkabupaten dan dilalui kendaraan kecil maupun besar ini hanya berkali-kali dijanjikan untuk segera diperbaiki. Namun nyatanya selama tiga tahun terakhir, belum ada pengerjaan perbaikan permanen terhadap jalan yang statusnya merupakan jalan provinsi ini.
Oleh karenanya, sebagai bentuk kekecewaan terhadap jalan yang rusak dan hanya dijanjikan diperbaiki. Beberapa warga setempat sampai membuatkan sebuah batu nisan kuburan yang terbuat dari kayu dan berada tepat ditengah jalan.
"Iya, memang benar itu. Saya juga baru tahu kemarin pagi," kata Kepala Desa Perian, Masrum saat dihubungi Kamis (6/4/2/23).
Masrum mengatakan saat warganya membuatkan batu nisan kuburan ditengah jalan pada Selasa (4/4/2023) sore, dirinya sedang dalam perjalanan menuju Tenggarong. Sehingga tidak mengetahui pasti aksi yang dilakukan warga, selain itu dia tidak dapat melarang warganya. Sebab, jalan yang melintasi desa ini rusak parah dan sulit dilewati ketika diguyur hujan.
"Namun aksi warga ini hanya berlangsung sebentar, Rabu (5/4/2023) kemarin saat saya kembali. Batu nisan kuburan tersebut sudah tidak ada dan jalan juga sudah sedikit diperbaiki," terangnya.
Jalan yang rusak tersebut diperbaiki sementara dengan timbunan tanah menggunakan alat berat Grader dan Bomag. Perbaikan sementara ini juga terlihat dibeberapa titik dari Desa Lebak Cilong sampai Desa Perian.
"Sudah agak mendingan lah jalannya, ya walaupun tahannya cuma sementara aja. Kalau diguyur hujan, bisa jadi seperti kemarin lagi. Informasinya dalam tahun ini ada proyek semenisasi jalan yang bakal masuk, ya mudah-mudahan ini benar dan secepatnya dilakukan," tutupnya.
Editor: Rusdianto