"Kejadiannya hari Senin (3/4/2023) lalu sekitar pukul 05.00 wita," kata Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena melalui Kasat Polair Polres Kukar, AKP Izdiharuddin Faris saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (5/4/2023).
Diduga hampir tenggelamnya kapal tongkang ini terjadi karena beban muatan batu bara yang dimasukkan tidak seimbang sehingga membuat bagian kapal tongkang melengkung.
"Tidak sampai patah, jadi bagian tengah kapalnya melengkung dan membuat air masuk kedalam kapal," jelasnya.
Meskipun hampir tenggelam, muatan batu bara yang berada didalam kapal tidak sampai jatuh ke sungai. Hanya saja batu bara yang berada didalam kapal sebagian terendam air dan semakin menambah beban.
"Dalam kejadian ini juga tidak ada korban dan posisi kapalnya masih berada di pelabuhan (jetty). Muatan batu bara yang ada didalamnya segera dipindahkan agar kapal tidak sampai tenggelam," bebernya.
Ditambahkannya bahwa selama dua (2) hari terakhir muatan batu bara yang berada di kapal ini sudah selesai dipindahkan. Sehingga kapal yang hampir tenggelam tersebut bisa segera diperbaiki.
"Kapal tersebut juga sudah dilihat dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan mendapatkan surat keterangan untuk masih bisa berlayar. Serta informasi terakhir hari ini akan dibawa ke galangan kapal untuk bisa dilakukan proses perbaikan," tutupnya.
Editor: Rusdianto