Kapolsek Loa Kulu, Iptu Rachmat Andika menyebut, insiden yang terjadi jelang waktu berbuka puasa itu diduga dipicu adanya korsleting listrik. Seperti diketahui, api menghanguskan belasan rumah yang dihuni oleh puluhan jiwa serta 2 unit motor milik warga.
"Kejadiannya kemarin sore sekitar pukul 17.45, ada 11 rumah yang hangus terbakar dan 2 rumah terdampak yang dihuni oleh 80 jiwa," kata Kapolsek Loa Kulu, Iptu Rachmat Andika pada Kamis (30/3/2023).
Musibah ini pertama kali diketahui oleh saksi yaitu Rabiatul Jannah yang saat itu sedang menyuapi makan anaknya. Dirinya mencium bau sesuatu yang hangus dan terdengar suara kretek-kretek seperti kayu yang terbakar.
Kemudian saksi pergi kebelakang rumah dan membuka pintu, saat itu terlihat api mulai membesar di bagian jendela rumah yang dihuni oleh sdr. Sarjono. Sontak saja saksi berteriak kebakaran dan meminta tolong warga sekitar sambil menggendong anaknya untuk keluar rumah.
"Warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Sebelum akhirnya para petugas damkar datang dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00. Tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1 miliar," tutupnya.
Adapun para korban kebakaran saat ini sudah mengungsi ke beberapa tempat pengungsian dan juga diantaranya ke rumah kerabat keluarga. Serta berbagai bantuan juga terus mengalir dari instansi pemerintah, organisasi dan juga masyarakat sekitar.
"Para korban diungsikan di gedung Magajin dan juga beberapa diantaranya di Masjid Al-Kamal Loa Kulu," tambah ketua RT 5 Desa Sepakat, Sofian Agus yang juga menjadi korban kebakaran.
Editor: Rusdianto