Masyarakat pun menyambut antusias acara setahun sekali yang digagas umat Hindu ini. Masyarakat Kota Raja memadati rute pawai boneka raksasa dari dan menuju Pura Payogan Agung Tenggarong.
"Dimulai sekitar pukul 20.00 wita dari Pura Payogan Agung di Kelurahan Loa Ipuh. Rutenya menuju Jalan Tenis Lapangan, Jalan Selendreng, Jalan Panjaitan dan Jalan Loa Ipuh. Kemudian kembali lagi ke Pura Payogan Agung," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutai Kartanegara, Nyoman Surada kepada Korankaltom.com malam ini.
Antusias masyarakat yang menyaksikan dan ikut mengarak Ogoh-ogoh ini dikatakan Nyoman Surada sungguh diluar ekspetasi. "Sangat luar biasa. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi hal ini," tambahnya.
Arak-arakan Ogoh Ogoh jadi simbol unsur negatif, buruk dan kejahatan, dilanjutkan dengan cara dibakar, tujuannya untuk memusnahkan energi/unsur negatif sehingga bisa menjadi manusia yang lebih baik dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945.
Editor: Aspian Nur