Aksi ini dilakukan karena kekesalan warga karena eksploitasi ini dilakukan tanpa izin dan juga berada di kawasan permukiman. Lokasi tersebut berada di belakang kawasan SD Nurul Ilmi Kelurahan Baru, Tenggarong.
"Semalam kita datangi langsung dan meminta mereka untuk segera menghentikan aktivitas dan pergi dari lokasi tersebut," ungkap Bayu pada korankaltim.com saat ditemui Jumat (10/3/2023).
Dijelaskan mantan Lurah Maluhu yang baru sekitar tiga (3) minggu ini menjabat sebagai Lurah Baru bahwa aktivitas menambang batu bara tersebut juga telah menyalahi izin/surat yang diberikan oleh pemerintah kelurahan. Dimana izin yang disampaikan pada bulan Februari lalu adalah untuk melakukan land clearing pembangunan perumahan.
"Surat tersebut diterbitkan di kelurahan sebelum saya menjabat sebagai Lurah. Berjalan beberapa waktu, malahan ada aktivitas menambang batu bara di sana," jelasnya.
Aktivitas tersebut dikatakannya sudah sempat diminta berhenti pada awal bulan Maret ini tadi sesuai kesepakatan. Dalam kesepakatan tersebut, segala bentuk material baik tanah, batu ataupun batu bara tidak diperkenankan untuk dikeluarkan. Namun ternyata, pemilik lahan dan juga pemilik alat berat tidak kooperatif dan masih melanjutkan aktivitas penambangan batu bara.
"Ya berhenti 2-3 hari saja, kemudian lanjut lagi. Warga yang tinggal disekitar geram karena merasakan dampaknya juga. Sehingga pada Kamis malam tadi atas laporan masyarakat kita langsung datang ke lokasi dan mendesak mereka untuk pergi dan berhenti beraktivitas," bebernya.
Aksi ini juga dikatakan Bayu telah disampaikan dan diketahui oleh Camat Tenggarong, Sukono yang datang ke lokasi. Aksi tersebut dihentikan setelah memastikan seluruh pekerja benar-benar pergi dan berhenti melakukan kegiatan.
"Aktivitas tambang yang dilakukan di kawasan permukiman ini memang bukan kewenangan kelurahan dan juga pemerintah kabupaten. Harapannya adalah pihak terkait yang berwenang bisa merespon. Sebab ini sangat berdampak bagi warga sekitar. Kita berharap aparat hukum juga bisa bertindak, sebab kalau sudah warga yang bertindak dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
Editor: Rusdianto