Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan program ini untuk di Kalimantan Timur hanya Pemkab Kukar yang pertama dan satu-satunya melaksanakannya.
"Jadi program ini memang sepengetahuan kami untuk di Kalimantan Timur belum pernah melaksanakan ini, jadi Kukar pelopornya, terus untuk Indonesia pun secara nasional belum ada Kabupaten yang secara resmi melakukan program pendampingan, jadi baru Kutai Kartanegara ini, ini informasi dari TNI-Polri sendiri dan tentu ini suatu kebanggaan kepada pemerintah kita yang memperhatikan anak-anak kita untuk mendampingi selama seleksi ini," kata Ali kepada korankaltim.com, Minggu (26/2/2023).
Adapun rangkaian kegiatan Binlat Casis Polri yang difasilitasi Dispora kolaborasi dengan Polres Kukar ini dilaksanakan selama 8 hari mulai 21 - 28 Februari 2023, diawali dengan pembukaan dan administrasi peserta, materi psikologi, test psikologi CAT (computer assisted test), test akademik CAT oleh Yayasan ABC, test jasmani renang dan atletik, antropometri, pemeriksaan kesehatan dan di hari terakhir evaluasi dan penutupan.
"Segalanya kita fasilitasi jadi yang jauh dari Tenggarong, selama kegiatan ini kita fasilitasi nginap di asrama atlet kita siapkan makan minum dan semua pelaksanannya gratis, bahkan program ini sampai mereka mengikuti test di Balikpapan selama kurang lebih 3 bulan mereka juga kita inapkan dan kita tanggung pembiayaannya. Ini bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dibawah kepemimpinan Bupati Pak Edi Damansyah," ujarnya.
Ali menegaskan dalam setiap pelaksanaan Binlat Casis ini tentu setiap tahunnya akan dilakukan evaluasi, contoh yang telah disikapi oleh Pemkab pada pelaksanaan tahun ini dengan mengakomodir semua anak-anak Kukar yang berasal kecamatan-kecamatan seperti Tabang, Kenohan, Kembang Janggut, Muara Kaman, Muara Muntai, Sebulu, Tenggarong Seberang, Muara Wis, Anggana, Muara Jawa, Samboja, Loa Janan, Loa Kulu dan Tenggarong.
Untuk evaluasi berikutnya akan kembali dikuatkan koordinasi bersama pihak terkait seperti Dinas Pendidikan provinsi serta pihak sekolah, agar pelaksanaan Binlat Casis Polri ini tidak bersinggungan dengan tugas-tugas akhir anak sekolah, mengingat mayoritas seluruh peserta Binlat Casis Polri ini adalah peserta didik kelas 12 (3) jenjang SMA sederajat.
"Jadi kita akan koordinasi dan kita sepakati waktunya agar tidak bersamaan dengan mendekati anak-anak mau ujian, jadi akan kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Ini evaluasi kami dan InsyaAllah nanti kami menyesuaikan dengan agenda pendidikan kemudian juga pasca ini adik-adik ini tidak hanya selesai pada Binlat saja, kita terus pantau misalnya fisiknya dan ada beberapa catatan dari para pelatih semisal dari kesehatannya mereka harus diterapi mereka harus dibenahi hal-hal yang masih dianggap kurang, terus kita pantau sampai nanti pelaksanaan test sesungguhnya," demikian Ali.
Editor: Rusdianto