Insiden itu terekam video amatir dan beredar luas di media sosial dimana kapal tongkang “mengamuk” di RT 15 dan 16 Desa Bakungan dan RT 19 Desa Loa Duri. Dalam video terlihat sejumlah warga sekitar yang mendengar suara benturan berlari keluar rumah di tengah kondisi hujan. Warga berlarian untuk melihat asal suara yang terdengar saat sedang terlelap tidur.
“Saya tidak pikirkan apa-apa lagi, yang penting keluar dulu dengan selamat,” ucap Zainal Arifin, seorang warga setempat yang rumahnya terimbas tongkang tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan hingga sore kepolisian masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang ditabrak kapal tongkang serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
“Sampai saat ini masih didata bangunan dan juga mengumpulkan keterangan. Masih kami dalami, jadi masih belum bisa memberikan info lebih lanjut,” kata Kasat Polairud Polres Kukar AKP Izdiharuddin Faris Raharja Putra.
Dari hasil pendataan Polsek Loa Janan, keramba ikan yang rusak total sebanyak 222 kotak, dua unit rumah rusak sedang dan berat dan dua unit perahu ces milik warga rusak. Sementara untuk proses pendataan masih dilakukan secara mendetail oleh pihak manajemen perusahaan pemilik tugboat yang menarik tongkang itu.
Dari pengumpulan keterangan saksi oleh Polsek Loa Janan, tongkang pengangkut batu bara ini larut ke pinggiran sungai tanpa ada kapal tug boatnya.
Diketahui awalnya kapal tongkang tersebut tertambat dan terikat di depan pelabuhan di Desa Bakungan namun posisi saat itu sedang diterpa hujan lebat dan angin kencang sehingga diduga ikatan kapal putus.
Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II A Samarinda Ridha mengakui adanya adanya insiden tersebut.
Namun Ridha belum bisa membeber detail kejadian ini karena masih menunggu proses penanganan di lapangan. “Kami masih menunggu hasil laporan dari anggota yang turun ke lapangan, jadi untuk sementara kita belum tahu apa penyebabnya terjadinya tabrakan pada subuh tadi,” ujar Ridha lagi
“Kami akan melakukan penelusuran serta investigasi terlebih dahulu terkait adanya kapal ponton yang menabrak rumah warga, dan setelah itu baru kita tahu hasilnya seperti apa,” tutup Ridha
Editor: Aspian Nur