Muslik, juga meminta masyarakat menghindari kawasan di bawah jembatan Kutai Kartanegara untuk berenang. Musababnya, ia khawatir akan ada serangan buaya yang disebut habitatnya terganggu.
"Ya kami bisanya memberikan imbauan saja ya karena kan kalau terkait keselamatan warga yang berenang di sungai bukan kapasitas kami. Namun yang jelas di situ berbahaya kan bawah jembatan itu kalau untuk berenangan," kata Muslik kepada korankaltim.com, Rabu (15/2/2023).
Kekhawatiran Muslik, bukan tanpa alasan. Pasalnya, belum lama ini viral video yang merekam sejumlah warga berenang di bawah Jembatan Kutai Kartanegara.
Warganet khawatir anak-anak dan remaja yang sedang bersenang-senang berenang di bawah jembatan ini menjadi sasaran empuk buaya, lantaran beberapa waktu lalu sering muncul buaya di wilayah tersebut.
Muslik tak menampik jika beberapa waktu belakangan ini sering diketahui kemunculan buaya. Hal ini erat kaitannya dengan mulai terganggunya habitat asli buaya sehingga sering muncul ke permukaan.
"Kalau kaitannya dengan buaya itu ya memang kita sadari sekarang ini habitatnya terganggu makanya kadang dia sering muncul ke tambak-tambak ikan untuk mencari makanan," ungkapnya.
Selain bahaya ancaman buaya, Muslik kembali mengingatkan berenang di sungai Mahakam juga sangat berbahaya terlebih lagi yang jauh dari pantauan orang tua atau permukiman warga. "Ya kalau memang mau berenang jangan jauh-jauh, harus sepengetahuan orang tua, tipikal arus sungai Mahakam sangat berbahaya lho terlebih lagi arus bawah sungainya sangat deras sekali, memang benar di atas seperti tenang-tenang saja, tapi kecepatan arus bawah nya sangat deras," tegas Muslik.
Editor: Rusdianto