Akses jalan tersebut memang telah berulang kali diperbaiki secara mandiri oleh Kepala Desa Benua Puhun H Ardinansyah, namun karena curah hujan sangat tinggi di bulan Januari dan penggunaan jalan oleh angkutan sawit serta pengusaha lokal juga meningkat, kondisi jalan pun jadi hancur.
“Tahun 2022 lalu ada sekitar 4 kali banjir dan surut, tapi perbaikan jalan terus dilakukan menggunakan dana pribadi untuk akses jalan antara Desa Benua Puhun Teratak terus ke Sanggulan,” ungkap Ardinansyah kepada Korankaltim.com, Minggu (5/2/2023).
Kerusakan jalan ini tidak panjang namun berupa spot-spot tertentu yang kategori dataran rendah. Perbaikan dilakukan berkali-kali oleh Ardinansyah namun tidak dipersoalkan, hanya saja yang membuat kecewa adalah kendaraan pengangkut sawit yang tetap melintas di akses jalan ini yang diketahui bersama hanya boleh dilalui oleh kendaraan masyarakat umum juga jalan untuk pelajar menuu sekolah, bukan kendaraan dengan tonase muatan untuk kegiatan usaha sawit.
Ardinansyah meminta masyarakat khususnya yang masih aktif menggunakan jalan untuk usaha angkutan sawit lebih peduli dan paham kondisi.
“Paling tidak bagi kendaraan bermuatan diusahakan jangan sampai melewati jalan disitu karena bagian jalan yang berbatu tinggal sedikit, kalau dipaksakan jalan hari hujan membuat lubang seperti seperti yang ada sekarang ini,” paparnya.
Pemerintah membuatkan jalan itu memang dilakukan untuk kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat-lah yang diminta untuk menjaga dan terus merawat agar akses jalan ini bisa terus dilewati.
“Untuk perbaikan jalan saya pribadi menunggu cuaca agak kering, saya akan kirimkan unit untuk perbaikan di situ. Kalau jalan sudah baik jaga bersama agar pengguna jalan lain tidak terganggu dengan hal-hal seperti itu apalagi ada anak sekolah dari Lekaq Kidau, ada yang dari Berakit,” papar Ardinansyah.
Dengan viralnya akses jalan desa yang rusak parah ini di media sosial, Ardinansyah berharap akan ada perhatian lebih dari pemerintah kabuapten untuk memperbaiki akses jalan satu-satunya yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Muara Kaman ini.
Editor: Aspian Nur