Kepala DPMPD Kukar, Arianto mengatakan program 50 juta Per-RT ini masuk di 23 program dedikasi bupati dan wakil bupati dalam Program Kukar Bebaya.
"Itu diantaranya pembangunan berbasis rukun tetangga bantuan keuangan 50 juta per RT, sudah berjalan tahun 2022 lalu, sudah ada 3.143 RT se-Kukar yang disalurkan baik yang ada di kelurahan maupun yang ada di desa," kata Arianto kepada Korankaltim.com Jumat (3/2/2023) hari ini.
Dalam pelaksanaan program ini, ada perbedaan mekanisme pelaksanaannya di lapangan, kalau di kelurahan yang dicermati langsung dilaksanakan oleh kecamatan dan kelurahan metodenya menggunakan mekanisme pengadaan ataupun penyediaan barang jasa sesuai dengan mekanisme Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sedangkan untuk desa langsung masuk dalam batang tubuh APBDes kemudian nanti disesuaikan dengan menu program oleh arahan dari DPMPD Kukar untuk menyusunnya.
"Seperti arahan bupati, ada beberapa program yang dibuat, misalnya ada kegiatan pengadaan kendaraan operasional RT, ada bimtek (Bimbingan Teknis) pelatihan peningkatan kapasitas untuk memahami pendataan penduduk menggunakan aplikasi itukan dilatih oleh pihak terkait misalnya dinas Capil, ada juga yang kita unggulkan sekarang mereka kita berharap untuk terus menghidupkan budaya tradisi gotong-royong," papar Arianto.
Untuk anggaran program unggulan yakni menggiatkan kembali gotong-royong. Setiap RT khususnya di tahun 2023 ini minimal menyisihkan 15 persen dari 50 juta itu untuk kegiatan gotong-royong pertahunnya.
"Misalnya untuk pengadaan sarana dan prasarana gotong-royong misalnya mesin rumput termasuk kegiatan siskamling, misalnya ada kegiatan ronda segala macam boleh dibiayai makan minumnya, juga boleh misalnya ada pos kamling dilakukan perawatan dicet atau ditambahkan televisi, itu boleh dan memang untuk pemberdayaan masyarakat langsung memenuhi apa yang menjadi kebutuhan RT setempat, bukan hanya keinginan Pak RT saja," pungkas Arianto.
Editor: Aspian Nur