Erwinsyah mengatakan, maksud tujuan yang pertama kunjungan kerja silaturahmi ke Ketua DPRD Kukar ini ialah ingin mensinergikan program-program kerja JPM dalam pelaksanaan program kedepannya.
"Silaturahmi ini dalam memperkuat program tersebut bagaimana trik dan cara untuk membumikan nilai Pancasila yang ada di Kutai Kartanegara, harapan kami nilai Pancasila yang ada penerapannya 5 sila bisa diterapkan secara perlahan dengan metode yang lain, kalau dulu metodenya dengan ceramah dan media lain, nah sekarang ini pendekatannya lebih kepada pendekatan ke media sosial perkembangan teknologi," kata Erwin kepada awak media, Kamis (2/2/2023).
Mantan Rektor Unikarta ini menyebutkan adapun sasaran dari upaya pendekatan penanaman nilai-nilai Pancasila ini tentu ke kaum anak muda generasi Z atau generasi milenial.
"Nanti kegiatannya bermacam-macam misalnya nanti kita akan menumbuhkan Pancasila di mindset anak muda, kita mengadakan ngopi bareng, bicara tentang toleransi, gotong-royong ada film yang mereka juga bisa ngomong di film pendek tanggapan mereka itu tentang Pancasila seperti apa, mendiskusikan di Kutai Kartanegara itu sebetulnya dari sila-sila tersebut mana nih yang paling kita sadar untuk jadi program-program selanjutnya bagi JPM," sebutnya.
JPM Kukar ini merupakan organisasi masyarakat bentukan dari badan pembinaan ideologi Pancasila dari Jakarta, dan JPM sebetulnya dibentuk dari inisiasi masyarakat.
"Jadi orang-orang yang terlibat di JPM itu punya tekad kuat bagaimana orang-orang punya kesadaran untuk membumikan Pancasila, dan unsurnya kebetulan ada keterwakilan didalamnya. Ada 5 unsur, unsur pendidikan saya sendiri, unsur pemerintahan ada Bu desi unsur pers ada bang Rian ada unsur organisasi kemasyarakatan pak Marwan dan unsur pengusaha Ekraf ada bang Akbar," terangnya.
Erwin menegaskan ideologi Pancasila luar biasa kalau jaman dulu masih kuat sekali, namun saat ini pasca reformasi ya harus diakui berdasarkan hasil penelitian itu mengalami penurunan. "Nah itu juga menjadi tugas bersama, saya tidak terbayang orang tidak hapal Pancasila sementara orang itu berada di level pengambil kebijakan, ini kan hal-hal yang jauh dari pikiran kita, kalau jaman dulu orang itu pasti hapal, kalau jaman sekarang hapal saja belum tentu apalagi bicara tentang nilai, jadi tantangannya agak sulit sekali kedepannya maka dari itu kita mendiskusikan dengan pihak DPRD dengan pihak Kesbangpol bagaimana menyusun suatu strategi yang adaptable terhadap perkembangan jaman yang disukai anak muda, sasarannya memang anak muda," ujarnya.
Hal senada ditambahkan Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid yang menyambut positif silaturahmi yang dilakukan oleh JPM yang berkaitan dengan penanaman kembali nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan yang ada di Indonesia.
"Ini sangat penting sekali karena mengingat bahwa nilai-nilai Pancasila ini sudah lama tidak diajarkan kepada generasi muda kita, tentunya dengan adanya JPM ini bisa kembali mengajarkan, mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila itu kepada masyarakat kita kepada generasi muda kita supaya generasi muda kita paham apa itu yang berkaitan dengan nilai keagamaan nilai demokrasi itu semua sudah paham, mudahan dengan adanya JPM ini bisa mensosialisasikan kepada masyarakat kita supaya masyarakat kita bisa paham berkaitan dengan nilai Pancasila," harap Rasid.
Editor: Rusdianto