Tassya Dwi Septya salah satu putri terbaik dan kebanggaan Desa Perjiwa meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi, Rabu (25/1/2023) dalam perjalanan pulang dari sekolahnya SMA Negeri 2 Tenggarong tepatnya di kawasan Jembatan Kutai Kartanegara, Tenggarong.
Puluhan warga menyambangi rumah duka secara bergantian, mulai dari warga desa Perjiwa hingga guru-guru dan seluruh kawan-kawan sekolahnya datang ke rumah duka untuk berbelasungkawa menemui Tassya untuk terakhir kalinya serta memanjatkan doa dan mengantarkannya di tempat peristirahatan terakhir Tassya di Kuburan Muslimin Desa Perjiwa.
Semasa hidupnya, Tassya merupakan gadis yang periang dan senang bergaul dengan warga sekitar serta termasuk siswi yang cerdas. Selain aktivitas rutin menuntut ilmu pulang pergi sekolah, Tassya juga aktif dalam komunitas majelis taklim shalawat setiap Kamis malam dan Jumat malam di Majelis Taklim Annur Desa Perjiwa.
"Anaknya periang dan suka menolong sesama juga aktif di majelis shalawatan, semoga almarhumah Tassya husnul khatimah dan ditempatkan di surga Allah Subhanahuwataala, aamiin," kata Ustadz Riduan salah satu perwakilan warga desa Perjiwa yang juga sekaligus guru ngaji di Masjid Nurul Iman Desa Perjiwa kepada korankaltim.com, Kamis (26/1/2023).
Sementara itu, Putri (15) salah satu kawan sekelas Tassya juga tidak bisa membendung kesedihannya, dirinya dan kawan-kawan satu kelas merasa sangat kehilangan. "Kami semua sangat kehilangan dan semoga keluarga Tassya diberikan ketabahan dan keikhlasan menerima musibah dan cobaan dari Allah ini," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Editor: Rusdianto