Riski, sebelumnya sempat dilaporkan hilang di perairan Muara Pegah Kecamatan Muara Jawa, Kukar sejak Senin (1/1/2023) malam lalu. Atas laporan itu, regu pencari yang terdiri dari tim gabungan terdiri dari berbagai unsur termasuk dari BPBD, yang dipimpin Badan SAR Nasional langsung melakukan pencarian pada Selasa (17/1/2023) kemarin.
Hal ini, sebagaimana yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Fida Hurasani. "Kami mendapat laporan adanya orang hilang di perairan tersebut, sehingga Selasa (17/1/2023) kemarin langsung mengirimkan anggota untuk ikut dalam tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas," ujar Fida Hurasani, Rabu (18/1/2023).
Jenazah Riski ditemukan sekitar 2,9 Kilometer dari tempat kejadian dengan posisi mengapung dan kondisi sudah meninggal dunia. Jasad langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit A.W Syahranie Samarinda untuk diautopsi.
"Setelah korban ditemukan, operasi pencarian pun ditutup oleh Basarnas dan seluruh anggota kembali ke satuannya masing-masing," pungkas Fida.
Fakta mengejutkan, terungkap setelah jasad Riski ditemukan. Mengutip penjelasan Kapolsek Muara Jawa, AKP Hadriansyah. Diketahui bahwa jasad yang ditemukan yang tak lain adalah Riski, ternyata adalah orang yang sama, dengan pelaku pembacokan terhadap juragan kapal yang terjadi sebelumnya, tepatnya pada Senin (16/1/2023) lalu.
"Berdasarkan keterangan dari ABK lainnya saat kejadian. Pelaku ini tercebur bersama juragan kapal yang di bacoknya," jelas KP Hadriansyah.
Usai tercebur, ABK lainnya pun berusaha menolong keduanya namun saat itu pelaku malah berenang menjauh dari kapal. Sehingga yang berhasil dinaikkan hanya juragan kapal yang kemudian langsung dibawa untuk bisa mendapatkan pertolongan akibat luka tebasan parang yang digunakan pelaku.
Tetapi juragan kapal tersebut juga tidak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia setelah sampai di sebuah klinik di Kecamatan Muara Jawa pada Senin (16/1/2023) malam lalu.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi