Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Sutrisno didampingi Kasubag Humas Haisandi kepada Korankaltim.com Rabu (4/1/2023) hari ini menjelaskan, seperti pengalaman yang lalu-lalu dalam menyikapi air bangar ini pihaknya terus berinovasi.
Kalau sebelumnya harus mengurangi penurunan produksi skala besar, saat ini penurunan produksi tetap dilakukan namun hanya dalam jumlah yang sedikit namun menggunakan cara injeksi kaporit kepada sumber air baku yang akan diolah.
"Kami melakukan kondisi air baku seperti ini bahkan setiap tahun kan pasti ada terjadi baik di Sungai Mahakam maupun anakan sungai, itu sering disebutnya air bangar, kami mengatasi itu menggunakan praclor atau injeksi kaporit yang diperbanyak," jelas Sutrisno.
Upaya ini dilakukan untuk mengatasi penurunan Kuantitas air baku yang diolah sebelum akhirnya dinyatakan layak untuk didistribusikan ke pelanggan-pelanggan.
Sebenarnya penurunan Kuantitas air ini hanya dari segi warna saja yang sedikit agak kemerahan, untuk bersih dan sehatnya tetap terjaga sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu resah dengan Kuantitas air bersih yang didistribusikan Perumda Tirta Mahakam ke masyarakat selama dalam kondisi air bangar seperti sekarang ini.
"Itu sebetulnya warnanya saja, kalau bersihnya ya bersih, kalau di bak kan kelihatannya agak kotor namanya juga berwarna kan, tapi pada prinsipnya airnya itu bersih, aman untuk mandi nyuci dan segala macam," paparnya.
Selain menyikapi kondisi air bangar, Perumda Tirta Mahakam juga rencananya akan melakukan interkoneksi pipa ukuran 12 inci dengan ukuran 6 inci di kawasan jalan Gunung Belah, Tenggarong Kamis (5/1/2023) besok.
Masyarakat diminta menampung air mulai hari ini sehingga ketika pekerjaan interkoneksi pipa dikerjakan besok sudah bisa terpenuhi kebutuhan air bersihnya sampai nanti pekerjaan interkoneksi ini bisa rampung dan layanan pendistribusian air kembali normal.
"Untuk kegiatan itu berlaku di wilayah Kota Tenggarong yang langsung terdampak saja, semisal Jalan Gunung Pegat, Gunung Belah dan Triyu seta sekitarnya," jelas Sutrisno.
Terkait air bangar, Perumda Tirta Mahakam menekankan lagi agar masyarakat tidak perlu khawatir karena kebutuhan air bersih tetap bisa dinikmati untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap hari.
"Kami tidak mengurangi kapasitas, kalaupun kurang itu tidak signifikan seperti yang kami lakukan seperti yang dulu-dulu. Dengan adanya praclor kami sudah bisa mengimbangi meskipun air bangar tapi pelayanan kuantitas air tetap terpenuhi," pungkas Sutrisno.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur