"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ibu kandung bayi ini adalah anak dari saksi yang pertama kali menemukan bayi tersebut di lahan belakang rumahnya," ungkap Kapolsek Muara Kaman, Iptu Hari Supranoto melalui Kanit reskrim Polsek Muara Kaman, Ipda Al Anas saat dihubungi Selasa (3/1/2023) sore.
Terungkapnya ibu kandung dari bayi berjenis kelamin laki-laki ini, setelah penyidik melihat gerak-gerik dari IN saat berada di Puskesmas karena terlihat sangat ingin merawat bayi yang ditemukan tersebut. Selain itu, kondisi tubuh IN yang beberapa waktu lalu terlihat gemuk, kini mendadak kurus dan sedikit pucat.
"Setelahnya saat dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh IN oleh petugas puskesmas, diketahui ada luka bekas melahirkan. Akhirnya IN pun mengaku bahwa dirinya yang melahirkan bayi tersebut," bebernya.
Adapun alasan dari IN menyembunyikan hal ini karena merasa takut dengan orang tuanya. Sebab, kedua orang tua IN memang tidak mengetahui bahwa selama ini dirinya mengandung. Sehingga saat dirinya melahirkan bayi tersebut maka diletakkan di belakang rumah. Agar orang tua IN mendengar tangisan bayi dan mengasuhnya.
"Jadi selama ini IN meminta dibelikan pembalut setiap bulannya. Bahkan ibu IN pun tidak menaruh curiga ketika anaknya terlihat gemuk. Dipikir hanya gemuk biasa tetapi ternyata sedang mengandung," imbuhnya.
Saat ini kondisi bayi dan ibunya dalam keadaan sehat setelah mendapatkan perawatan. Namun IN masih menjalani pemeriksaan psikologis dan dimintai beberapa keterangan. Selain itu, kejadian ini juga masih dirapatkan bersama dari pemerintah setempat dan pihak keluarga.
"Sementara mau di Restoratif Justice (RJ) kan, mengingat bayi ini masih kecil dan memerlukan ibu. Jadi masih dicari kesepakatannya seperti apa dengan melibatkan berbagai unsur, baik puskesmas, aparat pemerintah desa maupun kecamatan, dinas sosial, tokoh adat dan masyarakat dan orang tua dari IN," tandasnya.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor : Rusdi