"Ini memang masuk kategori bencana. Tidak ada korban tapi ada kerugian material sedikit karena beberapa bangunan tertimpa atap yang diterbangkan angin," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Fida Hurasani di lokasi kejadian.
Usai menerima laporan peristiwa ini, BPBD Kukar langsung mengirimkan anggota untuk mengevakuasi reruntuhan atap yang diterbangkan angin ini.
"Awalnya di kantor kita sedang memantau angin kencang di Kecamatan Muara Muntai. Ternyata belum sampai 10 menit, angin sudah menuju ke Tenggarong dan menyebabkan peristiwa ini," tambahnya.
Hujan yang disertai angin kencang ini juga melanda beberapa titik dan menyebabkan beberapa pohon tumbang. Diantaranya di km 3 jalan poros Tenggarong-Samarinda, kemudian jalan poros km 7 Tenggarong - Loa Kulu, Simpang Bukit Biru, Jalan Jelawat, Jalan Gunung Triyu dan Mangkuraja.
Ditambahkan oleh Lurah Panji, Isnania yang juga berada di lokasi kejadian. Peristiwa ini berdampak terhadap beberapa rumah warga di RT 12 Kelurahan Panji. Setidaknya ada dua bangunan yang terkena atap yang diterbangkan angin tersebut.
"Yang pertama gedung PKK, bagian atap gedung sedikit mengalami kerusakan. Kemudian yang agak lumayan parah adalah rumah milik Rudianur yang berjumlah 6 jiwa," bebernya.
Rumah warga ini mengalami kerusakan di bagian dapur karena atap stadion yang terbawa angin yang menghempas dengan sangat kuat.
"Saat itu juga sempat ada pengendara yang mau melintas, saat melihat angin kencang, dia berhenti dan merekam kejadian. Ketika melihat atap yang terbang, dia pun langsung lari menyelamatkan diri," tandasnya.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi