Ujian yang dilaksanakan dari pukul 09.00 - 11.30 WITA ini bertujuan untuk menilai sejauh mana output dari program pesantren yang ada di dalam Lapas saat ini.
"Ujian ini juga kami jadikan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program pesantren bagi WBP," kata Agus saat dikonfirmasi korankaltim.com, Selasa (20/12/2022).
Ujian dilaksanakan selama 2 hari Senin-Selasa (19-20/12/2022) terbagi dalam 3 kelas dengan tingkat hafalan yang berbeda-beda.
"Kelas A khusus hafalan juz 30, juz 29 dan juz 1 serta juz 2, untuk kelas B khusus hafalan juz 30 dan juz 29 serta kelas C khusus hafalan juz 30," imbuh Agus.
Program tahfidzul qur'an ini sudah dimulai sejak tahun 2021 dimana dalam perkembangannya mengalami peningkatan baik dari kualitas maupun kuantitasnya.
Agus menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu program unggulan dalam pembinaan di Lapas Tenggarong.
"Alhamdulillah sejak dimulainya program tahfidzul qur'an ini sudah ada santri yang hafal 8 juz dan 6 juz," tegasnya.
Dalam pelaksanaannya untuk saat ini tim penguji berasal dari internal pesantren taubatan nasuha dan tidak menutup kemungkinan kedepan akan menggandeng Lembaga Pengembangan Tahfidzul Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi