Koordinator Lapangan FPGP3K, Giarto menyebutkan pihaknya kecewa dengan hasil ini, karena tidak masuknya formasi 320 guru PPPK ini. “Sebenarnya kalau menurut keputusan (RDP, red) tadi kami kecewa tidak setuju, karena sepertinya kita itu hanya tidak dianggap, karena kita tanya semua perangkat daerah oke, tetapi ternyata oke nya itu tidak ada penyelesaian yang akhirnya kita dibenturkan ke Kemenpan RB Kementerian dalam negeri,” jelas Giarto.
Lebih kecewanya lagi, Guarto mengungkapkan alasan pemerintah tidak bisa mengakomodir lantaran saat ini sudah memasuki akhir tahun, sisa dua bulan saja lagi, padahal anggaran pemerintah dipastikan masih tersedia.
“Alasannya karena sudah deadline kita tidak bisa apa-apa kita dibenturkan lagi sekarang ini ke pemerintah daerah, dan menunggu sikap Kementerian Dalam Negeri, kalau begini kan sebenarnya kita dilempar lagi ini, padahal anggaran ada dan segala macamnya tetapi kalau tidak dilaksanakan ya percuma saja,” ungkapnya.
Sampai saat ini para guru yang lulus PPPK belum mendapatkan kepastian, meskipun hasil dari RDP hari ini 320 guru PPPK ini akan diprioritaskan pada 2023. “Tidak ada kepastian, nyatanya masih menunggu lagi ditunggu sampai tahun depan dan itu juga masih ditunggu keputusan pemerintah dan kementerian, jadi belum ada masih menunggu dengan pemerintah daerah dan menunggu koordinasi dengan Kementerian,” terangnya.
“Kita sudah senang bahwa formasi akan dimunculkan tapi ternyata nyatanya tidak tahu itu yang saya sesalkan kok mereka tidak tahu kalau masih ada sisa formasi,” timpal Giarto dengan nada kecewa.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharudin menegaskan para guru PPPK ini menuntut sisa formasi dari 938 kuota yang ditetapkan di awal dari tahap 1 tahap 2 itu sudah 618 guru yang sudah keluar SK PPPK nya, sisa formasi 320 inilah yang dituntut oleh para guru yang belum terakomodir.
“Sementara para guru ini sudah lulus semua dan artinya dari kuota tersisa 320 itu mereka sudah lulus semua dan sudah ada tempat, cuman yang yang jadi permasalahan sekarang karena Kabupaten Kutai Kartanegara tidak membuka formasi untuk di 2022,” tegas Baharuddin kepada awak media siang tadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi