"Ekskavatornya rusak lagi sejak Minggu (9/10/2022) kemarin mas," kata Pendi, salah satu pekerja di TPA tersebut saat ditemui korankaltim.com pada Senin (10/10/2022) sore.
Tumpukan sampah yang sudah menggunung tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap pengangkutan sampah esok hari. Pasalnya, sudah tidak ada tempat lagi yang bisa digunakan untuk menaruh sampah yang diantar mobil pengangkut sampah setiap harinya.
"Makanya bingung juga besok ini, kalau mobilnya mengangkut sampah, nanti dibuang kemana. Sedangkan sampah yang kemarin-kemarin saja belum bisa diuraikan, ditambah lagi yang hari ini," bebernya.
Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan (KPP) Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, Abdul Samad membenarkan permasalahan sampah di TPA Bekotok yang dikhawatirkan bisa berpengaruh pada pengangkutan sampah setiap harinya.
"Memang benar adanya, sekarang sampah sudah menumpuk lagi di tepi jalan kawasan TPA. Kalau tidak bisa terurai, dua atau tiga hari lagi, bisa tertutup jalannya," tegas Abdul Samad.
Menanggapi hal itu, pihaknya telah mencoba mengajukan permohonan perbaikan alat berat pada hari ini. Namun, masih belum bisa dipastikan perbaikan alat berat ini bisa segera terlaksana.
"Kita sudah ajukan permohonan kepada kepala dinas sesuai dengan aturan, informasinya sudah diajukan ke bengkel untuk bisa diperbaiki. Cuma kita belum tahu lagi perkembangannya," tambahnya.
Adapun langkah lain yang dilakukan yakni dengan membuat permohonan peminjaman alat berat (ekskavator) kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Namun, tentu saja permohonan ini juga memerlukan waktu untuk bisa disetujui.
"Sebenarnya ini sifatnya mendesak, harapan kita perbaikan ataupun peminjaman alat ini bisa segera terealisasi. Sebab, kalau harus menunggu dan menunggu sampai beberapa hari, imbasnya adalah tidak bisa terangkutnya sampah yang ada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) oleh mobil pengangkut sampah," tandasnya.
Untuk diketahui, permasalahan tertumpuknya sampah ini sudah terjadi pada pertengahan September lalu. Bahkan, Bidang KPP Disperkim pun telah berupaya mencarikan dana pinjaman agar bisa memperbaiki alat yang rusak. Selain itu, juga telah mengerahkan pekerja untuk menguraikan sampah secara manual, namun hal ini belum bisa maksimal menangani sampah yang memang harus diuraikan dengan menggunakan alat berat.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin