
Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin mengatakan, Beseprah ini sudah berjalan sejak zaman Sultan pertama yang terus dilaksanakan setiap tahun, terkhususnya pada saat Erau.
"Kami bersama masyarakat menjadi satu, tidak ada perbedaan, antara rakyat dan raja sama. Masyarakat sangat antusias, ke depannya tradisi Beseprah dan Erau diharapkan bisa lebih berkembang lagi. Masyarakat darimana pun juga kita terima untuk menyatukan visi kita disini," ungkap Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin.
Sementara Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, tradisi Beseprah ini memiliki makna sebagai wujud kecintaan untuk berbagi bersama. Semakin meningkatkan dan mempererat kebersamaan dan keakraban tanpa memandang status sosial.
"Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan seluruh pihak yang terlibat. Terutamanya dalam menjaga tradisi, budaya dan adat istiadat para raja-raja Kutai Kartanegara terdahulu," kata Rendi.
Adapun sebelum dimulainya tradisi Beseprah, hujan deras sempat mengguyur Kota Tenggarong sejak Rabu (28/9/2022) tengah malam. Namun, hujan berangsur reda pada Kamis (29/9/2022) pagi sehingga Beseprah bisa dilaksanakan.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena tadi hujan. Tapi hari ini kegiatan Beseprah bisa berjalan dengan baik dan partisipasi semua masyarakat juga lebih tertib dibanding tahun-tahun lalu, itu terlihat dengan tidak adanya kekacauan," tambah Sekda Kukar, Sunggono.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin