Tradisi tersebut bakal dihadiri kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pejabat daerah dan masyarakat yang bersama-sama menyantap makanan tradisional khas Kutai.
Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Raden Dedi menjelaskan, tradisi Beseprah ini merupakan kegiatan yang memiliki makna kesejajaran dalam lapisan masyarakat, melambangkan tidak adanya kasta sosial antara bangsawan dan pejabat dengan masyarakat biasa juga menunjukkan nilai kesatuan dan kebersamaan masyarakat Kutai Kartanegara dan pelestarian kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi.
"Beseprah adalah tradisi masyarakat Kutai dalam acara makan, beseprah sendiri dari kata seprah atau kain panjang yang dihampar di lantai dan ditata makanan diatasnya dan orang-orang duduk berkeliling menyantap makanan," ujar Dedi kepada Korankaltim.com Rabu (28/9/2022) siang tadi.
Sementara Pamong Budaya Ahli Muda Seksi Pembinaan Sejarah Lokal dan Pelestarian Budaya Daerah Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara M Agus Syarifudin yang menjadi koordinator pelaksana kegiatan menambahkan, mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Pengaturan tempat dimulai malam nanti.
"Persiapannya sudah 80 persen, baik dari peserta dan juga tempat pelaksanaannya. Masyarakat umum juga boleh ikut, semoga bisa berjalan dengan lancar esok hari," harap Agus.
Penulis : M Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur