"Sebenarnya bukan penolakan, tetapi karena belum ada sosialisasi yang jelas sebelumnya mengenai pengerjaan gorong-gorong ini," kata Ketua RT 6, Kelurahan Loa Ipuh, Erwin pada Jumat (9/9/2022).
Awalnya, warga sangat antusias saat diinformasikan mengenai pembangunan gorong-gorong sebagai langkah penanganan dan pencegahan banjir. Sehingga warga mulai menyiapkan jalan alternatif untuk bisa dilalui karena proyek tersebut.
Namun, setelah pihak kontraktor pengerjaan datang untuk memulai pekerjaan dan ditanya mengenai rancangan pengerjaannya. Warga menolak untuk dilakukan pengerjaan pembuatan gorong-gorong tersebut.
"Yang pertama, karena gorong-gorong ini hanya sampai ditengah permukiman saja. Jadi seakan-akan tidak tuntas. Trus yang kedua, warga juga khawatir pengerjaan gorong-gorong ini juga akan mangkrak sama seperti yang terjadi di kawasan Stadion Rondong Demang," bebernya.
Warga setempat pun menjelaskan bahwasanya tidak menolak akan pembangunan untuk perbaikan tata kota dan khususnya pencegahan banjir. Bahkan sangat mendukung dengan pembangunan-pembangunan yang akan dilaksanakan. Namun jika tidak langsung rampung maka akan membuat permasalahan baru yang sebelumnya tidak pernah ada di wilayah tersebut.
"Disini memang tidak pernah banjir, tapi kalau dibuatkan gorong-gorong yang langsung tembus ke aliran anak Sungai Mahakam. Yang tadinya tidak banjir maka bisa jadi banjir. Karena dikerjakan sampai ditengah permukiman saja," terang Budi warga setempat.
Adapun penolakan warga ini juga sudah disampaikan kepada pemerintahan kelurahan dan disampaikan kepada dinas terkait. Serta warga juga telah memberikan opsi agar pengerjaan tersebut dialihkan kepada wilayah Kelurahan Loa Ipuh yang lebih membutuhkan.
Sehingga Jalan Selendreng yang beberapa waktu lalu sempat ditutup karena akan ada pengerjaan proyek kini sudah dibuka kembali.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur