"Bersama dengan 5 kelurahan, kami menghias satu unit mobil layaknya sebuah kapal. Kami mengerjakannya bersama-sama dengan 5 kelurahan yang ada di Sangasanga dengan waktu kurang lebih selama tiga hari secara swadaya," kata Suyono, peserta pawai yang berasal dari Kecamatan Sangasanga, Minggu (21/8/2022).
Ditambahkannya, selain menghias mobil menjadi sebuah kapal yang cukup lengkap dengan beberapa atribut lainnya, dalam momentum pawai pembangunan ini ditampilkan juga sebuah karya seni teater yang berisikan tentang perjuangan para pejuang dalam meraih dan merebut kemerdekaan melawan penjajah.
"Kami juga telah mempersiapkan seni teater yang berdurasi sekitar 15 menit, ada yang berperan sebagai penjajah dan juga para pejuang. Namun karena durasi yang diberikan hanya 2 menit, maka hanya bisa sebagian saja ditampilkan," tambahnya.
Meskipun tidak dapat menampilkan karya seni teater secara keseluruhan, namun diharapkan maksud dan tujuan di dalamnya bisa tersampaikan kepada seluruh masyarakat. Apalagi Kecamatan Sangasanga juga menjadi salah satu tempat bersejarah bagi para pejuang dalam meraih dan merebut kemerdekaan RI.
"Yang ingin ditampilkan di sini adalah semangat nasionalisme, agar kita semua bisa mengingat bahwa memperjuangkan kemerdekaan itu tidak mudah. Para pejuang bahkan rela berkorban nyawa untuk bisa mendapatkan satu kata, yaitu merdeka," tandasnya.
Penulis : M Yasin Handayan
Editor: Maruly Zainuddin