Diklat ini merupakan bentuk dukungan dari program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Gerakan Etam Mengaji (GEMA),
Dibuka Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, diklat berlangsung selama dua hari di Kantor Sekretariat LPTQ Kukar di Jalan Udang, Timbau, Kecamatan Tenggarong, diikuti sekitar 70 peserta dengan target metode tilawati level 1 100 orang.

Direktur Eksekutif TEC Cabang Istimewa Tenggarong Ustad Ahmad Zainuri kepada Korankaltim.com menjelaskan, diklat digelar dengan tujuan meningkatkan mutu sumber daya manusia terutama guru Alquran khususnya di Kecamatan Tenggarong dan umumnya untuk Kutai Kartanegara.
Peran guru disebutnya sangat menentukan keberhasilan santri. Adanya program GEMA jadi indikatornya kenapa kegiatan ini penting dilaksanakan.
"Setelah kami melihat di lapangan banyak mana yang tidak bisa ngaji dengan yang bisa ngaji, ini merupakan masalah, bagaimana orang disuruh baca Alquran tapi tidak bisa baca, jadi titik temunya disini," ujar Zainuri pagi tadi.
Diharapkan dengan pelatihan SDM ada guru yang berstandar dalam melatih membaca Alquran, yang tadinya orang atau murid belum bisa mengaji, akhirnya bisa jadi lancar mengajinya atau ada peningkatan mutu. "Makanya kami melaksanakan diklat ini, konsep dan temanya adalah meng-Alquran-kan masyarakat dan me-masyarakatkan Alquran," paparnya.
Tenaga pengajar pada diklat ini para instruktur yang ahli untuk metode tilawati asli dari Kutai Kartanegara. Kegiatan ini tidak hanya berakhir pada level I saja, dua minggu kedepan ada program lanjutan pembinaan untuk level II.
"Setelah level II dan setelah mereka berhasil mendapatkan syahadah atau sertifikat baru bisa naik ke jenjang selanjutnya dan ketika lulus level I dan level II baru direkomendasikan ikut TOT (training of trainer) sebagai instruktur guru Alquran tingkat nasional, seperti yang jadi trainer pada hari ini," pungkas Zainuri.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur