“Kebetulan pemkab sudah menjalin kerja sama dengan ATMI dan pada kesempatan ini juga kita coba minta bantu identifikasi apa sih sebenarnya permasalahan yang ada, kira-kira bisa diperbaiki apa enggak, terus nanti terkait biaya dan sebagainya itu untuk sekarang belum bisa dikeluarkan dan belum bisa dihitung ya, yang jelas hasil peninjauan ini mesin dan beberapa wahana bisa diperbaiki,” kata Ridha kepada awak media saat peninjauan langsung ke Pulau Kumala, Senin (1/8/2022).
Adapun wahana yang coba akan dilakukan perbaikan oleh Dispar ialah Sky Tower dan Kereta Gantung. Ridha mengungkapkan semenjak 2017 dan telah diserahkan ke Dispar, kondisi wahana yang ada di Pulau Kumala ini memang semuanya tidak berfungsi. Makanya Dispar berusaha mengkomunikasikan hal ini ke perusahaan-perusahaan yang membuat awal wahana tersebut.
“Cuman kita kesulitan karena sebagian besar yang membuat ini perusahaan dari luar negeri. Ini sebagai langkah awal dulu, untuk terkait perbaikannya kita melihat estimasi hitung-hitungan berapa sih perbaikannya dan sebagainya, artinya kalau kita operasionalkan dari segi bisnis dari segi pemasukannya kira-kira masuk tidak,” jelasnya.
Terkait apakah akan diperbaiki dan akan difungsikan secara optimal pada dua wahana ikonik yang ada di Pulau Kumala ini, Ridha menegaskan untuk sementara Dispar masih melihat proses pasarnya dulu, dengan pertimbangan karena Pemkab Kukar tidak hanya memikirkan Pulau Kumala saja.
“Kita juga semuanya harus dipikirkan dan yang memungkinkan kalau sudah ada hitung-hitungannya itu kita bisa minta atau menggandeng dari pihak swasta. Kalau kita sudah punya hitung-hitungan jadi nanti itu sistemnya kerja sama pemanfaatan, kerja sama bangunan dan kerja sama sebagainya, yang penting kita dari pemerintah menyiapkan hitung-hitungannya, dasar-dasar untuk pembangunan dan sebagainya,” demikian Ridha.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah