"Besar harapan kami TMMD ke-114 ini memberikan dampak positif terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di kecamatan Muara Kaman, baik langsung ataupun tidak langsung, " kata Edi.
Kegiatan TMMD ini sangat positif karena didalamnya terjadi kolaborasi dan sinergi yang baik serta utuh antara TNI dan pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan TMMD.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya percepatan terobosan pembangunan mengingat lokus dari kegiatan TMMD adalah di desa yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya," papar Edi.
TMMD ini harus terkomunikasikan dengan baik terhadap masyarakat sekitar sehingga masyarakat dapat ikut serta secara aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan.
"Saya atas nama Pemkab Kukar sampaikan terima kasih kepada Dandim 0906/KKR bahwa program TMMD tahun 2022 ini bisa dilakukan lagi di Kukar. Dukungan kami dan sinergisitas, beserta dukungan dalam pembiayaan sekitar Rp5,2 miliar sudah disiapkan,” sebut Edi lagi.
TMMD ini bisa menjadi titik awal khususnya di Desa Panca Jaya karena ada satu hektar lebih lokasi yang dijadikan pilot project kerjasama Pemkab Kukar dengan Kodim 0906/KKR khususnya berkaitan dengan program ketahanan pangan.
Sementara Dandim 0906 Kukar Letkol Inf Jeffry Satria menjelaskan kegiatan TMMD akan berlangsung dari hari ini hingga 24 Agustus mendatang yang merupakan perwujudan nyata ketahanan wilayah.
"Melalui TMMD kami mencoba membangun dari yang dasar agar bagaimana TNI turut berperan dalam pembangunan di daerah. Sesuai yang disampaikan pak Bupati juga slogannya betulungan etam bisa, antara TNI dan rakyat berkolaborasi sama sama mendorong sektor unggulan, " kata Jeffry.
TMMD bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apalagi kedepannya Kukar merupakan wilayah mitra Ibu Kota Negara (IKN), bisa mensupport terutama dari bidang logistik pertanian.
"Diharapkan fasilitas meningkat, hasil meningkat dan kesejahteraan meningkat dan Kukar ini bisa mewujudkan cita cita untuk menjadi kawasan IKN itu sendiri, " sebutnya.
Ada 150 orang yang terlibat dari beberapa elemen baik dari TNI, kepolisian, melalui pemerintah dari Satpol PP.
"Total ada 190 personel dan ada 117 hektare, rencananya akan dikembangkan menjadi dua daerah hortikultura dan wilayah sawah untuk padi. Targetnya secara umum ada pembangunan jalan usaha tani, ada yang dibuka jalan ada yang penimbunan agregat, ini gunanya untuk mempermudah distribusi logistik pertanian," pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur