Ia berharap agar Pemkab Kukar melalui instansi terkait melakukan penanganan. "Harus segera dipangkas sebelum jatuh korban," harapnya.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar Maman Setiawan mengungkapkan kewenangan pemangkasan pohon di pinggir jalan kini sedang proses peralihan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.
"Kemarin kan rencananya sesuai peraturan Bidang Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman itu pindah ke DLHK, yang nanti ada seksi yang tinggal di Perkim itu hanya bidang pemakaman. Mebersihan sama pertamanannya pindah ke DLHK," ungkap Maman saat dikonfirmasi korankaltim.con, Kamis (21/7/2022).
Maman menyebutkan, untuk penanganan pemangkasan pohon-pohon itu kan ada pihak ketiga, karena kemarin itu bidang itu sudah dianggap pindah ke DLHK walaupun Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK)-nya belum ada tapi penganggarannya sudah tidak ada di Dinas Perkim.
"Jadi kita kesulitan memang untuk pemangkasan itu dan kadang-kadang ya pakai dana pribadi karena bagian dari pelayanan, ya mau tidak mau. Tapi biasanya kita hanya menyiapkan anggaran untuk bahan bakarnya saja dan makan para pekerja untuk berangkat ke sana dan dipangkas," sebutnya.
Ia menjelaskan jika di Dinas Perkim dulu kegiatan pemangkasan pohon-pohon ini dilakukan tergantung kebijakan dan laporan dari warga, kalau itu terkait ada permohonan sekaligus ada programnya yang terjadwal yang biasanya beberapa bulan sekali ada dipangkas.
"Kalau ada permintaan, ada yang rawan tumbang ya kita berangkat. Kalau jalur dua itu, ya memang ada jalur lurus itu, karena ya itu tadi kita tidak ada anggaran untuk itu. Serba salah kalau gak dipangkas berisiko, kalau kita pangkas kan kita terkendala anggaran," jelasnya.
"Semestinya bisa mereka (DLHK, Red) tapi mereka kan tidak ada anggaran kan karena sebelumnya tidak ada dimasukkan di sana karena dia menunggu SOTK nya itu," timpal Maman.
Ketika ditanya apakah ada miss koordinasi terkait persoalan wewenang ini, Mamang menampik hal tersebut.
"Karena kemarin memang masih membahas hal itu dan mindahnya tidak bisa serta-merta langsung, karena termasuk orangnya termasuk anggarannya termasuk aset-aset yang ada di situ peralatan segala macamnya. Tapi InsyaAllah tahun depan sudah aman karena sudah koordinasi terus terkait dengan penganggarannya. Dilemanya tahun ini saja jadi kadang-kadang pakai pribadi, biasanya ada permohonan dari warga, mereka menyediakan bahan bakar sama makan minum saja, petugas dan peralatan dari Perkim selalu siap," demikian Maman.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah