Kalau ditotal, keseluruhan jumlah perpustakaan yang tersebar se-Kukar sekitar 700 perpustakaan. Pada Rakor bidang perpustakaan yang pertama kali dilakukan ini dimaksudkan untuk proses inventarisasi dan informasi kepada pengelola perpustakaan di masing-masing wilayah dan sekolah.
“Mungkin ada permasalahan misal SDM dan macam-macamnya karena kalau mau akreditasi ya harus ada sarana prasarana yang memenuhi persyaratan termasuk SDM-nya,” jelasnya.
Khusus perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah, idealnya harus ada pengelola sendiri yang menjalankan fungsinya, bukan memanfaatkan tenaga para guru-guru yang ada di sekolah.
“Sebenarnya kalau untuk perpustakaan ini dikelola oleh pengelola perpustakaan di masing-masing sekolah, cuma pada kenyataannya yang mengelola perpustakaan di sekolah kan kebanyakan para guru itu, tentu kurang maksimal karena konsentrasinya tidak khusus, seharusnya dia khusus mengelola perpustakaan jadi ke depan kita mendorong ke sana,” sebut Ahyani.
Agar fungsi perpustakaan ini mampu bertujuan untuk menambah minat baca masyarakat, Diarpus Kukar sejauh ini sudah menjalin MoU kerjasama dengan berbagai lintas sektor, diantaranya Disdikbud Kukar, Disperindag, Lapas Tenggarong juga Universitas Kutai Kartanegara serta lembaga pemerintahan lainnya.
“Selain menginformasikan kita sudah kerjasama dengan berbagai lembaga, juga rakor ini untuk pembinaan perpustakaan, adapun para narasumbernya ialah yang pertama dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim, kemudian Kepala Bidang dari perpustakaan provinsi, termasuk saya sendiri, dari dinas pendidikan dan satu lagi Pak Topik dari kearsipan provinsi,” pungkas Ahyani.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur