Ketua Lembaga Adat Besar Muara Kaman, Arsil menjelaskan Festival Cerau menjadi wadah edukasi kepada generasi muda Muara Kaman untuk lebih mengenal adat istiadat dan kebudayaan yang sudah diturunkan oleh nenek moyang.
"Festival Cerau ini juga dijadikan wadah silaturahmi kemudian menunjukan kepada generasi muda bahwa adat budaya yang diwariskan nenek moyang harus dilestarikan serta dukungan partisipasi masyarakat dalam kegiatan itu," katanya.
Kesenian tradisional yang ditampilkan seperti tarian jepen, tingkilan serta ekspos temuan prasasti Yupa dan Lesong Batu. Arsil berharap dengan rutin diselenggarakan kegiatan Festival Cerau dapat menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah.
"Kami dari Lembaga Adat Besar terutama meminta kepada pemerintah agar kegiatan adat dapat diperhatikan karena dapat meningkatkan harmoninasi dan adat gotong royong antar masyarakat dan pemerintah,"paparnya.
Menurutnya, Muara Kaman sebagai lokasi kerajaan tertua di Nusantara yaitu kerajaan Mulawarman berdasarkan temuan prasasti Yupa dapat diperhatikan, terlebih Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Arsil juga menegaskan mewakili masyarakat Muara Kaman mendukung penuh adanya pembangunan IKN, dengan harapan dengan adanya IKN kebudayaan di Muara Kaman dapat dilestarikan.
"Peran lembaga adat besar Muara Kaman, berdasarkan keputusan pemerintah menetapkan IKN di Kaltim kami masyarakat adat di Muara Kaman seluruh mendukung penuh adanya IKN di Kaltim. Tentu kami juga meminta dengan adanya IKN ini kebudayaan dapat lebih diperhatikan," pintanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Peneliti Sejarah Aksara Kalimantan, Wicaksono di mana dengan adanya IKN diharapkan penggalian sejarah Kerajaan Mulawarman yang menjadi kerajaan tertua di Nusantara.
"Tidak bisa dimungkiri bahwa Muara Kaman tonggak sejarah kejayaan Nusantara dan tentu dengan adanya IKN di Kalimantan Timur kami sangat mendukung," timpalnya.
Wicaksono membeberkan bahwa masyarakat Muara Kaman wajib mengetahui sejarah kebudayaan dan literasi terkait leluhur yang jauh lebih lama sudah mengenal sistem tata pemerintahan.
"Paling tidak masyarakat Muara Kaman mengenal sejarah mengenal budaya bahwa konteks leluhur nya sudah mengenal literasi lebih dulu mempunyai tata pemerintahan lebih dahulu di Indonesia dengan adanya bukti Prasati Yupa," tuturnya.
Dengan meningkatnya literasi budaya, lanjut Wicaksono, diharapkan masyarakat lebih cinta dan rasa bangsa terhadap kebudayaan.
"Dengan hal itu paling tidak memacu dalam hal pengetahuan literasi yang ada, supaya ke depan Muara Kaman tahu sejarahnya sendiri Muara Kaman memiliki kebanggaan terhadap kejayaan Nusantara ini," harapnya.
Ke depan dia juga akan mengembangkan aksara Yupa yang tertulis di prasasti Yupa agar pemuda Muara Kaman dapat melestarikan. "Agenda ke depan kita akan mengenalkan aksara prasasti Yupa menulis dan membaca agar aksara itu dapat berkembang di Muara Kaman," tandasnya. (*/kk)
Penulis: */Yudi Hadi
Editor: Supiansyah