Setibanya di lokasi, Mamad justru dibogem warga yang terlanjur tersulut emosi.
"Sekitar pukul 20:36 WITA saya terima telepon dari salah satu warga yang meminta saya untuk hadir di salah satu lokasi. Kurang lebih 10 menit perjalanan menggunakan sepeda motor, dengan dibonceng paman, kami tiba di lokasi tersebut. Belum banyak bicara serta belum banyak menerima penjelasan terkait duduk permasalahanya dari kedua belah pihak, ada salah satu pihak yang sudah terlanjur emosi, melampiaskan kekesalannya itu kepada saya, memukul kepala saya di bagian depan jidat hingga mengalami sobek sebesar kurang lebih 2 sentimeter dan mengalami pendarahan yang luar biasa, serta memar di bagian lengan kiri," kata Mamad kepada korankaltim.com, Sabtu (4/6/2022).
Tanpa ada perlawanan, Mamad langsung lari untuk menyelamatkan diri, menuju ke Mapolsek Sebulu yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer dari tempat kejadian.
"Saya langsung bertemu dengan Kapolsek, yang kebetulan lagi duduk ngobrol dengan anggotanya. Dari arahan kapolsek, salah satu anggotanya untuk membawa saya melakukan pengobatan, sekaligus visum di Puskesmas, yang kebetulan jaraknya cuma 200 meter dari kantor Polsek Sebulu," ungkapnya
Setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih satu jam di Puskesmas Sebulu, Kades Sebulu Ilir ini diperbolehkan pulang untuk istirahat.
"Sebelum pulang ke rumah, saya kembali ke Polsek, meminta untuk kasus ini tetap diproses secara hukum. Kalau dari segi memaafkan secara kekeluargaan saya tentu memaafkan namun agar persoalan seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari, proses hukum harus ditegakkan terlebih pemukulan ini dilakukan oleh warga desa terhadap kadesnya sendiri," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah