Setelah itu, dia diantar ke kapal pemda yang juga merupakan posko BPBD Kukar untuk kemudian dibawa ke Puskesmas Kembang Janggut lewat jalur sungai.
Koordinator Lapangan Satgas SAR BPBD Kukar, Eko Surya Winata mengungkapkan warga yang sakit ini hanya bisa dievakuasi lewat jalur sungai mengingat akses jalan darat masih lumpuh total.
"Hanya kapal pemda yang jadi satu-satunya tempat untuk mobilisasi masyarakat yang membutuhkan bantuan," ujarnya.
Warga tersebut kemudian tiba di pelabuhan, diangkut ke ambulans untuk kemudian diantar ke Puskesmas.
Diketahui kondisi wilayah Kembang Janggut dan sekitarnya masih tergenang banjir, salah satunya adalah Desa Kelekat.
Beberapa warga mengungsi di balai desa, sebagian lagi tetap di kediaman masing-masing. Kondisi mereka terus dipantau BPBD Kukar bersama Koramil Kembang Janggut dan pihak desa.
BPBD Kukar bersama personel Koramil Kembang Janggut standby di pelabuhan lokasi kapal pemda bertambat. Ada sebanyak 10 anggota penyelamat, dan dua koordinator lapangan, termasuk tiga orang awak kapal
"Tim bertahan di Pelabuhan Kembang Janggut mengawasi desa-desa yang terdampak banjir, sekaligus berkoordinasi bersama pihak desa yang terdampak banjir untuk menjaga hal yang tidak inginkan," jelasnya.
Dampak banjir ini, khususnya yang berada di bantaran Sungai Belayan sempat tergenang hingga ketinggian 1,5 meter, dan di jalan poros menuju Tabang mencapai 80 centimeter.
Ada sebanyak 862 kepala keluarga dan 2.794 jiwa dengan jumlah 360 rumah yang terdampak banjir.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah