"Kalau yang di bantaran sungai Belayan rata-rata sudah 1 meter," kata Joko dikonfirmasi Korankaltim.com, Kamis (19/5/2022).
Di hari-hari sebelumnya, air merendam kawasan Tabang dengan ketinggian 30 - 40 centimeter. Kini banjir merata hingga ke wilayah kecamatan Kembang Janggut.
Pagi tadi, ungkap Joko, PLN sudah melakukan pemadaman listrik di wilayah tersebut. Ini lantaran adanya kekhawatiran timbulnya korban akibat tersengat listrik. Sinyal telekomunikasi, lanjutnya juga perlahan hilang. "Tadi malam sudah disampaikan, karena tekanan semakin tinggi jam 08.00 segera dimatikan, khawatir ada korban kesetrum," sebutnya.
Sementara warga yang terdampak banjir mengungsikan diri, harta benda, hingga hewan ternak berupa sapi dan kambing secara mandiri ke tempat yang lebih tinggi.
Saat ini warga disebutkan membutuhkan bantuan sembako mengingat akses di Kembang Janggut dan di Tabang wilayah Ilir terputus akibat banjir ini. Joko mengungkapkan dari Desa Perdana, Kembang Janggut menuju Desa Gunung Sari, Tabang sudah terputus. "Kendaraan R2 (roda dua) tidak bisa, R6 baru lah bisa," sebutnya.
Dia berharap BPBD baik di tingkat kabupaten maupun provinsi bersiaga. Kemudian dia berharap ada petugas medis yang didatangkan karena petugas medis di sana kurang.
"dikhawatirkan nanti ada warga masyarakat yang mengalami gejala penyakit-penyakit pasca banjir ini," sebutnya.
Menurut prakiraan cuaca BMKG, kecamatan Tabang bakal diterpa hujan petir pada pukul 11.00 WITA, pukul 20.00 WITA, dan pukul 23.00 WITA. Sehingga masih ada potensi banjir susulan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah