Kepala Desa Perjiwa Erik Nur Wahyudi kepada Korankaltim.com Minggu (8/5/2022) hari ini mengatakan, Air Terjun Perjiwa ini sudah terkenal sejak beberapa puluh tahun lalu, namun karena akses jalan cukup sulit dan perlu menempuh 2-3 kilometer dari pusat pemerintahan Desa Perjiwa, belum terlalu banyak masyarakat yang berkunjung.
"Sekitar dua tahun terakhir selama Covid-19 hingga libur Lebaran tahun ini Air Terjun Perjiwa ramai dikunjungi, itu tidak terlepas karena akses jalannya yang sudah cukup mudah ditempuh, kalau dulu harus berjalan kaki, sekarang sudah bisa naik sepeda motor hingga mendekati di titik lokasi air terjun," kata Erik.
Fadillah Rahman, mahasiswa dari Universitas Mulawarman yang sudah beberapa kali berkunjung ke destinasi wisata ini mengamini pernyataan Erik.
"Kalau dulu air terjun di dalam hutan dan jauh sekali serta jalanannya terjal, sekarang ada dibuatkan akses jalan jembatan menuju air terjun, lebih mudah, kalau dulu lewat di tengah hutan. Lokasinya seru dan menyenangkan kalau kemping, masuk perorang juga cukup terjangkau hanya 15 ribu rupiah," kata Fadillah.
Kemudahan akses ini berkat upaya bersama Pemdes Perjiwa dengan pemilik lahan atau lokasi yang ada di Air Terjun Perjiwa serta melibatkan pihak ketiga untuk pengembangan sarana prasarana penunjang untuk kemudahan wisatawan berkunjung ke salah satu destinasi yang diproyeksikan menjadi andalan wisata alam di Kecamatan Tenggarong Seberang ini.
"Kami pemerintah desa berkolaborasi dengan pemilik lahan yang juga tokoh Desa Perjiwa di titik air terjun tersebut, pihak ketiga (investor) juga dilibatkan dengan membuatkan bungalow kemudian wadah untuk bersantai dan sarana lainnya, tujuannya agar pengunjung juga nyaman dan betah berlama-lama dan ingin balik lagi ke Air Terjun Perjiwa. Jangan mengaku petualang dan suka dengan keindahan alam yang asri kalau belum pernah berkunjung ke Air Terjun Perjiwa," tegas Erik.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur