Meskipun diprediksi berlebaran sama-sama dan situasi serta kondisi saat ini pandemi Covid-19 tengah mereda, Ketua MUI Kukar tetap mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat muslim Kukar tidak perlu euphoria secara berlebihan.
"Karena kita ini ibarat orang sakit itu belum sehat sepenuhnya, jadi hal-hal yang berlebihan misalnya takbir keliling, tidak usah dulu, kalau shalat hari raya takbiran di masjid saja lah supaya lebih khusuk, dan membakar mercon lebih baik dihindari, jalan sudah mulai rame jangan kebut-kebutan dan tetap gunakan helm ikutilah aturan yang ada," sebutnya.
"Karena semua itu cari kebahagiaan cari keselamatan, jangan sampai kita meluapkan kebahagiaan tapi akhirnya menjadi mudharat bagi kita sendiri dan masyarakat," imbuh Hanan.
Hanan mengingatkan perayaan lebaran tahun ini sebaiknya dijadikan momentum introspeksi diri dan tetap hati-hati. Semua tentu bertujuan agar perayaan lebaran berlangsung khidmat dan khusuk.
Ketika ditanya terkait jumlah hari puasa Ramadan tahun ini banyak 29 hari, Ketua MUI Kukar menegaskan hal tersebut tidak perlu diperdebatkan lantaran Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam saja pernah berpuasa satu bulan penuh yang jumlah harinya juga 29 hari.
"Ga masalah karena perintah puasa itu satu bulan bukan 30 hari, Rasullullah juga sering melakukan puasa 29 hari," demikian Hanan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah