Dia juga menunjukan badan jalan beton yang patah dan rusak akibat dilewati truk-truk melebihi tonase. Menurut Alif itu akibat dari dilintasi oleh truk-truk diduga tambang ilegal ini dengan menjadikan jalan umum sebagai jalan hauling.
Kemudian beralih ke lokasi lainnya, dia juga memperlihatkan lubang tambang di pinggir jalan. Di dalam lubang tersebut ada aktivitas sejumlah orang.
"Kami meminta kepada aparat, saya meminta kepada kebijakan pusat, agar pengawasannya lebih ketat lagi. Tentu tidak nyaman semuanya bagi kita melihat penambangan seperti ini," ucap Alif dalam video tersebut.
Kemudian video tersebut menunjukkan anggota dewan Dapil II itu tiba di lokasi penumpukan batu bara hasil penambangan. Di sana dia menyempatkan diri untuk berbincang dengan salah satu sopir truk yang mengangkut batu bara tersebut. Dia bertanya batu bara yang dimuat di truknya itu berasal dari mana, kemudian dijawab oleh sopir tersebut berasal dari Kilometer 3.
"Kalau itu ditambang di pinggir jalan gitu setuju enggak ? Kalau seandainya longsor jalan itu kan" kata Alif mencecar si sopir.
Si sopir kemudian beranjak pergi meninggalkan Alif setelahnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah