Camat Sebulu Edy Fahruddin mengungkapkan, mulanya digelar gotong royong untuk menambal lubang-lubang jalan di kawasan tersebut oleh warga sekitar dengan tanah dan batu. Dia saat itu turut hadir bersama dengan Kapolsek dan juga Danramil.
Menurutnya, sekitar 100 rit tanah diturunkan untuk menambal beberapa titik jalan kawasan ini. Bahkan ada salah satu titik yang disebutkan Edy perlu terus ditambal lantaran badan jalannya terus mengalami pergeseran atau penurunan.
"Sudah diratakan juga sebagian (tanah, Red) itu, cuman malah jadi benyek, " ujarnya kepada Korankaltim.com, Rabu (13/4/2022).
Jalan yang mengalami kerusakan tentu menjadi sebab mengapa warga timbul inisiatifnya untuk menambal jalan rusak itu. Namun akar masalah atau sebab rusaknya jalan tersebut juga tidak bisa diselesaikan dengan cara menambal lubang dengan tanah dan batu.
Edy menyebutkan, ada banyak penyebab. Bahkan diakuinya, sebab utamanya karena sering dilewati truk-truk over tonase. "Tonase sering lewat, banyak, mulai dari CPO, barang-barang, termasuk warga yang hauling-hauling itu," ungkapnya.
Selain itu, Sebulu merupakan lintasan menuju Kutai Timur (Kutim). Namun dijelaskan Edy juga, bahwa secara faktor geografis jalan tersebut berdiri di atas kawasan yang dulunya adalah rawa-rawa dan sudah beberapa kali ditingkatkan badan jalannya.
Edi menyebutkan, ada kemungkinan penambalan jalan kembali dilaksanakan saat cuaca sudah terik. "Mungkin kalau panas nanti akan dikerjakan lagi," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Supiansyah